Anggotanya Meregang Nyawa, Bonek Buat Rumusan Baru Soal Laga Away Persebaya

Kabar duka kembali datang dari dunia sepakbola Tanah Air. Salah seorang Bonek (kelompok pendukung Persebaya Surabaya) bernama Micko Pratama dilaporkan harus meregang nyawa.

Nyawa Micko melayang usai mendukung melakoni pertandingan tandang melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada Jumat (13/04/18) kemarin. 

Kordinator Fans Persebaya, Sidik Alex Tualeka, sedang berbincang dengan keluarga almarhum Micko Pratama.
Kejadian ini pun mematik reaksi bonek, mereka langsung mengadakan rapat akbar yang dipusatkan di halaman Taman Hiburan Rakyat (THR), Surabaya, Jawa Timur.

Hadirnya seluruh elemen bonek dari seluruh tribun, dimaksudkan untuk merumuskan formulasi yang pas agar kejadian seperti Micko tidak terulang lagi. Korban Bonek paling banyak datang dari mereka yang mendukung Bajul Ijo secara estafet.

Budaya estafet ini memang sudah sangat lama, menjadi tradisi bonek ketika hendak mendukung Persebaya bertanding di luar kandang. Namun tradisi ini lama kelamaan, mulai melenceng dari estafet yang semula dilakukan. 

Pernyataan ini disampaikan salah satu Bonek, Devara Noumanto, menurutnya melencengnya tradisi estafet ini lantaran banyak oknum yang mencoba mencoreng nama bonek yang sudah mulai baik.

“Intinya estafet sekarang beda dengan yang sebelumnya, estafet sekarang ini ditunggangi oknum yang memanfaatkan nama Bonek. Salah satunya dengan menggunakan baju warna hijau, sebagai identitas kita. Ke depannya kita bakal mensosialisasikan ini,” bebernya.

Nah, untuk mensosialisasikan hal ini tentunya tidak mudah. Semua elemen stakeholder dari semua tribun ikut urun rembuk membahas bagaimana solusi yang tepat.

Selain itu peran kepolisian untuk menjaga estafet juga sangat diperlukan. Selain itu yang membuat miris adalah, korban Bonek yang melakukan estafet kebanyakan dari usia muda.

“Bisa jadi mereka ini kurang pengalaman, mungkin,” imbuh Devara Noumanto.