Persipura Jayapura, Mutiara Hitam yang Kembali Bersinar

Kehilangan sejumlah pemain pilar tak lantas membuat Persipura Jayapura pudar. Tim berjuluk Mutiara Hitam tetap bersinar dan sukses memuncaki klasemen sementara Liga 1 2018.

Sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir, nyaris tak ada yang menjagokan Persipura juara. Krisis finansial membuat mereka ditinggalkan sejumlah pemain bertalenta macam Ferinando Pahabol, Osvaldo Haay, Ruben Sanadi, dan Nelson Alom yang kini berseragam Persebaya Surabaya.

Gelandang serang 21 tahun, Yan Pieter Cornelis Nasadit, juga memilih hengkang ke Persija Jakarta yang sukses menjuarai Piala Presiden 2018. Penjaga gawang asing yang terkenal loyal, Yoo Jae-Hoon juga memutuskan gabung Mitra Kukar.

Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano mengaku tetap menghargai pilihan pemain muda yang memilih untuk hengkang. Sebab, ia yakin Persipura tak akan kehilangan talenta muda lainnya.

“Saya yakin ada talenta-talenta baru yang bermunculan di Persipura. Karena di Papua ini gudangnya pemain dan prinsip kami adalah hilang satu tumbuh seribu,” kata Benhur kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Pernyataan Benhur bukan bualan belaka. Sejumlah bakat muda Persipura kembali unjuk gigi dan siap menjadi idola baru. Tengok saja Gunansar Mandowen. Winger berusia 17 tahun ini mulai mencuri perhatian di Liga 1 musim ini.

Gunansar sukses mencetak gol indah ke gawang PS Tira pada 9 April 2018 sekaligus mengantarkan kemenangan bagi Persipura dengan skor 2-0. Mantan pemain Timnas Indonesia U-16 ini tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol di ajang Liga 1 atau kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Gunansar berhasil mencetak gol saat usianya yang baru memasuki 17 tahun 7 bulan dan 20 hari. Ia sukses melewati rekor milik Saddil Ramdani sebagai pencetak gol termuda di usia 18 tahun 8 bulan dan 28 hari.

Boaz Solossa menjadi salah satu pemain lokal Papua yang tak pernah meninggalkan Persipura. Penyerang 32 tahun itu hanya pernah gabung Borneo FC dengan status pinjaman di ajang Piala Presiden lantara Persipura absen.

Selain Boaz, ada nama Ricardo Salampessy yang disegani di Persipura. Bek 34 tahun itu juga dikenal rendah hati dan jadi anutan para pemain muda di tim Mutiara Hitam.

Pemain sarat pengalaman macam Boaz dan Ricardo jadi motivasi tersendiri bagi para pemain muda. Keduanya juga berperan besar dalam menularkan mental bermain di kompetisi tertinggi di Tanah Air.

Kehadiran dua pemain asing seperti Marcel Sacramento dan Hilton Moreira juga menjadi amunisi positif bagi Persipura. Terlebih lagi kedua pemain ‘buangan’ ini berambisi membuktikan diri kualitasnya belum habis.

Dengan kombinasi pemain senior dan junior tersebut, Persipura kini berhasil memuncaki klasemen dengan koleksi delapan poin. Boaz Solossa dkk meraih dua kemenangan dan dua kali imbang dari empat laga yang dilakoni.

Persipura sukses mengalahkan Persela Lamongan dan PS TIRA di laga kandang serta berhasil mencuri satu poin, masing-masing kala melawat ke markas PS Barito Putera dan Sriwijaya FC.

Empat laga positif di awal musim memang tak bisa jadi tolok ukur untuk menjagokan Persipura juara Liga 1 2018. Tapi, penampilan impresif skuat arahan Peter Butler saat ini membuktikan bahwa tim Mutiara Hitam belum kehilangan pesonanya. Menarik dinanti akhir perjalanan Persipura di Liga 1 musim ini. (nva)