Pelatih PSIM: Laga Lawan PSS Bukan Pertandingan Spesial

Duel Derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta dengan tim tetangga PSS Sleman tak terhindarkan setelah dua musuh bebuyutan ini berada dalam satu grup pada kompetisi Liga 2 musim 2018. Keduanya masih dalam Grup Timur dengan dipastikan pada musim ini di fase penyisihan akan bertemu dua kali.

Bertindak selaku tuan rumah pada laga perdana 24 April nanti, pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menganggap pertandingan melawan PSS bukanlah sebagai laga spesial. “Memang penuh gengsi, tapi pertandingan melawan PSS bukan pertandingan spesial. Bukan laga yang menentukan apapun. Sama saja dengan pertandingan melawan tim lainnya di wilayah timur. Jadi saya minta pemain untuk tidak terbebani,” kata Erwan di Wisma PSIM, Baciro, Kota Jogja, Selasa (17/4).

Menurut Erwan, dalam laga nanti bukan lagi skill pemain yang berbicara. Namun strategi permainan dan mentalitas bertanding pemainnya yang akan lebih menentukan. Siapa yang bisa mengontrol emosi dan siap secara mental yang akan bisa menguasai jalannya laga.

“Lebih ke mentalitas. Karena itu kami akan lebih menekankan pendekatan psikologis personal nanti ke pemain. Karena ini pertandingan pertama dan apapun hasilnya jangan sampai memengaruhi ke laga-laga selanjutnya,” papar juru taktik asal Magelang tersebut.

Beruntung, progres persiapan PSIM mengalami grafik signifikan. Tampak sekali saat ujicoba kandang melawan Persik Kendal yang berkesudahan 3-0 untuk tuan rumah. Selain itu, tiga pemain seleksi juga mengalami progres yang positif sehingga akan direkomendasikan pelatih. Yakni Fandy Edy, Ismail Haris dan Nanda Bagus. “Alan Martha dan Erol terpaksa dipulangkan karena meskipun penguasaan lumayan tapi attackingnya kurang. Masih tidak sesuai ekspektasi,” ungkapnya.

Terpisah, Manajer PSS Sismantoro menerima terkait pembagian wilayah yang harus satu grup dengan PSIM. Pihaknya mengaku profesional dan hanya fokus pada persiapan timnya jelas kompetisi dimulai. “Kaitannya di luar lapangan itu ranahnya polisi. Pastinya akan ada koordinasi ataupun pengawalan untuk jaminan keamanan. Selain itu kami juga ingin terkait suporter, tidak terjadi hal-hal yang bisa memperkeruh suasana,” sambung dia.

Dia bahkan mendorong agar pertemuan PSIM dan PSS ini bisa mempererat komunikasi dan proses hubungan baik kedua suporter. Meskipun menuju arah perdamaian perlu poses dan harus ada pendampingan keamanan dari aparat. “Tokoh masyarakat juga harus ikut menyuarakan perdamaian. Awalan positif ke depan agar satu sultan satu provinsi bisa rukun,” tandas dia.

loading...