Jenguk Korban Kericuhan, Pembina Arema: Semua Biaya Akan Kami Tanggung

Korban yang berjatuhan pascakericuhan pada laga Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam membuat manajemen Arema FC merasa bertanggung jawab. Bahkan, Pembina Arema FC Agoes Soerjanto pun turun langsung untuk menengok kondisi para korban, Senin (16/4).

Agoes yang didampingi perwakilan manajemen Arema FC mendatangi sejumlah Rumah Sakit yang masih terdapat korban dari peristiwa semalam. Salah satunya yakni di Rumah Sakit Wava Husada. Agoes berjanji, apapun yang dialami korban kericuhan akan menjadi tanggung jawab manajemen Arema FC.

“Sudah sampaikan ke keluarga, korban akibat musibah yang terjadi adalah tanggung jawab manajemen,” ujarnya di sela-sela kunjungan korban di Rumah Sakit Wava Husada, Senin (16/4). “Kesembuhan sampai selesai. Berobat, recovery, hingga (masa) penyembuhan, dan berobat jalan.”

Setidaknya, sampai Senin (16/4) masih ada empat korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Wava Husada. Antara lain Sulastri yang mengalami gegar otak ringan, Nur Fatimatur Zahro (patah tulang kaki), Dafid Iqbal (gegar otak ringan), dan Dimas (patah tangan).

Pihak panpel Arema telah mencatat ada 212 korban dari kericuhan tadi malam. Selain di RS Wava Husada, sejumlah korban juga dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan beberapa rumah sakit lain.

Agoes mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus untuk menangani para korban. Bahkan, korban yang ada di luar kota pun tidak luput dari tanggung jawab mereka.

“Kami tidak berbicara bola dulu, (korban) musibah ini yang harus kami tangani dulu. Sampai tuntas dan selesai,” tegas dia.