Jaimerson, Bek Tangguh Persija yang Sukses Menepati Janji

Jamierson da Silva Xavier menjadi salah satu bintang lapangan saat Persija Jakarta mengalahkan Borneo FC, Sabtu (14/4) lalu. Tampil di hadapan puluhan ribu The Jakmania yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jaimerson tak hanya sukses mengawal tembok pertahanan Persija. Dirinya juga berhasil mencetak satu gol lewat tendangan bebas di menit 41.

Sepakan sang pemain terbilang luar biasa. Sebab, Jaimerson tidak memerlukan teknik khusus untuk melepaskan si kulit bundar. Dengan tenaga maksimal, ia melakukan tembakan mendatar yang mengecoh pagar betis lawan. Bola melaju kencang dan akhirnya bersarang di pojok kanan gawang.

“Ya gol freekick ini berkat kerja keras selama di latihan. Tentunya sangat senang saya bisa bantu tim untuk meraih kemenangan,” ujar pemain yang akrab disapa Jaime.

Baginya ini merupakan gol kedua yang dicetaknya di Liga 1 2018. Sebelum Borneo FC, Jaimerson sudah lebih dulu menjebol gawang Arema FC pada 31 Maret 2018 lalu.

Penampilan gemilang bek 28 tahun ini seakan melanjutkan tren Persija yang sering memiliki pemain bertahan tangguh asal Negeri Samba. Sebelum Jaimerson, lini belakang Macan Kemayoran sempat diperkuat Fabiano Beltrame dan juga Willian Pacheco. Dua pemain tersebut juga dikenal sebagai bek tangguh yang sulit dilewati oleh setiap lawan-lawannya.

Fabiano bermain di Persija dari 2011-2014. Tak hanya piawai mengawal tembok pertahanan, ia juga cekatan saat memanfaatkan peluang di depan gawang lawan. Selama tiga musim, Fabiano terbilang cukup subur dalam urusan mencetak gol.

Namun Fabiano tidak melanjutkan karirnya di Persija pada kompetisi 2015. Setelah kontraknya usai, ia memilih pindah ke kubu Arema FC.

Setelah Fabiano, Persija mendatangkan eks pemain Botafogo, Willian Pacheco. Sosoknya seketika menjadi idola karena ia mampu bekerja dengan baik sebagai bek tengah. Willian juga rajin dalam urusan menjebol gawang lawan.

Tapi secara mengejutkan Willian pindah ke Liga Malaysia untuk memperkuat Selangor FA. Kabarnya, ada ketidakcocokan nilai gaji sehingga membuat dirinya terpaksa berpisah dengan Bambang Pamungkas Cs.

The Jakmania sempat bertanya-tanya dengan keputusan klub melepas Willian. Mereka khawatir tim kesayangannya tak mampu mendatangkan pemain pengganti yang punya kualitas setara dengan bek 26 tahun tersebut.

Tapi Persija langsung bergerak cepat dengan mendatangkan Jaimerson pada Desember 2017 lalu. Dengan kepercayaan diri tinggi, sang pemain menegaskan kalau dirinya punya kualitas lebih baik ketimbang Willian.

“Saya dengar Willian main bagus di Persija. Tapi saya sudah di beberapa klub dan bermain untuk skuad inti. Jadi saya datang ke sini buat merebut tempat utama. Soal Willian, saya lebih bagus darinya,” ungkap Jaime optimistis.

Omongan tersebut berhasil ia buktikan dengan sangat baik. Jaimerson seolah menghapus bayang-bayang Willian yang sempat dijuluki sebagai ‘Tugu Monas’ karena sosoknya yang tinggi menjulang.

“Pacheco benar-benar bagus, tapi dia sudah keluar. Sekarang kami akan bantu yang datang. Jaime punya gaya yang berbeda, dia lebih sigap dalam memotong umpan-umpan,” ungkap pelatih Persija, Stefano Teco Cugurra kepada wartawan saat memperkenalkan Jaimerson beberapa waktu lalu.

“Semua pemain berbeda, jangan pikir tingginya. Mungkin dia tak tinggi, tapi teknik passing lebih bagus, intinya kami harus bantu dia,” tegas sang pelatih.