Ini Alasan Pelatih Mitra Kukar Jarang Mainkan Septian David Maulana

Mitra Kukar berhasil menorehkan kemenangan perdana di Liga 1 2018 berkat kemenangan 3-1 atas Madura United, Jumat (13/4/2018).

Salah satu kunci sukses kemenangan Mitra Kukar yaitu adanya perubahan komposisi pada starting line up.

Perbedaan paling menonjol terletak di posisi gelandang serang.

Alih-alih memainkan Anindito Wahyu yang biasanya mengisi pos tersebut, Mitra Kukar kali justru memainkan Septian David Maulana.

Keputusan pelatih Rafael Berges Marin dianggap sangat berani, mengingat Septian baru kali ini mencatatkan laga sejak menit awal bersama Mitra Kukar.

Pemain andalan timnas Indonesia U-23 itu biasanya selalu dimainkan di babak kedua, bahkan sempat tak diberikan kesempatan bermain.

Namun keputusan memainkan Septian. berbuah hasil positif. Satu dari tiga gol Mitra Kukar dicetak Septian via sepakan free kick cantik.

Gol ini sekaligus menjadi pembuktian Septian yang belakangan ini kurang mendapat kepercayaan pelatih asal Spanyol itu.

Pelatih berkepala plontos ini akhirnya buka suara terkait keputusannya yang kerap tak memainkan Septian.

Ia mengakui Septian termasuk salah satu talenta berbakat di Indonesia dengan reputasi pemain nasional.

Namun Rafael melihat Septian belum dalam kondisi siap tempur bersama Naga Mekes.

Mengingat, pemain kelahiran Semarang Jawa Tengah ini lebih banyak mengikuti agenda timnas. Akibatnya Rafael belum benar-benar mengenal karakter Septian.

“Problem kami adalah sejak awal persiapan pra-musim, kami tak punya banyak waktu dengan Septian David karena dia menjalani pemusatan latihan timnas Indonesia. Tapi kami mulai beradaptasi dengan program latihan. Ini awal yang bagus dan kita maju step by step,” ungkap Rafael, di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Minggu (15/4/2018).

Ia juga turut berbangga dengan performa Septian saat mengalahkan Madura United.

Namun ia berharap Septian bisa lebih meningkatkan mental dan permainannya untuk menjadi pemain penting di skuat Naga Mekes.

“Septian David bermain cukup baik. Tapi dia harus bermain lebih kuat lagi untuk menjadi pemain penting. Dia harus merubah mentalnya dan dia harus meningkatkan levelnya karena dia adalah pemain timnas Indonesia. Tapi saya apresiasi dia karena sudah berusaha keras,” ujar Rafael.

loading...