Bonek Minta Kepolisian Mengusut Tuntas Kematian Micko Pratama

Kematian Micko Pratama, salah satu Bonek (suporter Persebaya) masih menyisakan duka mendalam bagi Persebaya dan Bonek. Remaja 17 tahun asal Sidoarjo itu meninggal setelah dikeroyok oleh warga Solo usai mendukung Persebaya saat menjalani partai tanda melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul (13/4/2018).

Sampai sekarang, Polresta Solo masih terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku pengeroyokan ini. Bonek yang berbasis di Surabaya pun mulai menentukan langkah agar kasus ini bisa cepat selesai.

“Kami sudah punya lima saksi yang juga merupakan Bonek. Nanti mereka akan berangkat ke Solo untuk dimintai keterangan. Ini adalah salah satu cara kami untuk menghormati almarhum Micko,” kata Tubagus Dadang Kosasih, salah satu pentolan Bonek kepada Bola.com, Minggu (15/4/2018).

Insiden ini tentu saja mengejutkan banyak pihak. Sebab, bentrokan yang terjadi tidak antara Bonek dengan suporter klub lain. Malah, Bonek juga terus menjaga komunikasi dengan Pasoepati, suporter Persis Solo.

Pasoepati bahkan sempat menyambut Bonek saat memasuki wilayah Solo. Mereka menyediakan tempat dan konsumsi untuk suporter dengan warna kebesaran hijau itu saat melintas di Solo menuju ke Bantul.

“Pasoepati juga terus jaga komunikasi dengan kami. Mereka bilang mau membantu untuk mencari pelakunya. Selama ini, kami tidak pernah ada masalah dengan suporter klub di Persis. Sayangnya, ternyata ada pihak yang melukai kami dan itu malah bukan dari suporter,” terang Dadang.

Sebagai salah satu tokoh Bonek, Dadang pun mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya menghilangkan nyawa orang lain.

“Dari Bonek sudah jelas, kami ingin pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Pelaku harus mendapat hukuman agar jera. Kami tidak ingin semua ini terjadi lagi. Bonek terus berusaha untuk berubah ke arah yang positif,” tandas Dadang.

loading...