PSIM Berharap Beda Grup Dengan PSS

Kekhawatiran Manajemen PSIM ditempatkan satu grup dengan PSS di kompetisi Liga 2 2018 ternyata belum hilang. Bukan masalah teknis di lapangan, namun faktor keamanan saat laga berlangsung yang dampaknya akan sangat mempengaruhi langkah tim Laskar Mataram kedepan.

Demikian disampaikan Sekretaris PSIM Jarot Kastawa saat berbincang dengan wartawan usai laga persahabatan PSIM kontra Persik Kendal Minggu (15/4/2018) sore. Manajemen menurut Jarot khawatir karena laga PSIM vs PSS menjadi pembuka 22 April mendatang.

“Kalau ada sesuatu di laga tersebut dan PSIm terkena sanksi atau bahkan ijin keamanan dari Polres Bantul tidak turun. Kami selesai lebih cepat kalau tidak boleh menggelar pertandingan home. Ini jadi kekhawatiran utama kami,” ungkapnya.

Menilik ke belakang, hampir setiap laga kandang PSIM saat melawan PSS tak bisa diselesaikan hingga 90 menit pertandingan. Laga usiran menjadi pilihan yang tentu saja merugikan dari segi finansial tim.

“Kami belum akan menyampaikan di manajer meeting (Senin 15/4/2018) ini tapi akan mendengarkan dahulu pemaparan operator liga. Kalau bisa harapannya dipertimbangkan kalau bisa jangan satu grup,” sambung Jarot.

Sementara pihak kepolisian sendiri belum bersedia memberikan banyak komentar terkait langkah antisipasi apabila kedua tim yakni PSIM dan PSS benar-benar berada dalam satu grup. “Kami akan melihat dulu sampai jadwalnya pasti, baru nanti bisa diambil langkah seperti apa. Kami juga akan berkoordinasi dengan manajemen tim termasuk melihat situasi yang lalu,” ungkap Kabagbinops Roops Polda DIY AKBP Karwanto. (Fxh)