Persiba Usung Misi Naik Kasta Musim Depan

Persiba Balikpapan menargetkan kembali ke kasta utama, Liga 1 2018, musim depan.

Pada putaran pertama Liga 2/2018 yang bakal bergulir akhir pekan ini, Beruang Madu juukan Persiba, bakal memainkan 11 pertandingan, 7 laga kandang dan 4 laga tandang.

Tujuh laga di Stadion Batakan tentu saja menguntungkan buat skuat arahan Wanderley Junior. Hal ini juga diakui Direktur Sport Persiba Jamal Al Rasyid.

Jamal menilai, jadwal pertandingan Persiba pada putaran pertama Liga 2 sangat menguntungkan. Tujuh kali bermain di kandang, dengan dukungan penuh publik Kota Beriman, Jamal optimistis Persiba mampu meraup poin absolut.

“Mau tidak mau tujuh pertandingan home harus disikat habis Persiba untuk memuluskan langkah promosi ke Liga 1,” kata Jamal.

Memang, diakui Jamal target meraup poin maksimal tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi, semua klub Liga 2 punya target mentas ke Liga 1. Namun, jika ingin mengamankan posisi, skuat Persiba wajib tampil trengginas di kandang.

Bukan tanpa alasan, jika gagal mengamankan poin, perjuangan Persiba di putaran kedua justru bakal kian berat lantaran harus melakoni tujuh laga away.

Jamal melanjutkan, 22 laga yang bakal dijalani Bryan Cesar cs di Liga 2 sejatinya merupakan partai final. “Makanya kita wajib meraih poin penuh di semua laga home dan mampu mencuri poin di laga away, rumusnya untuk lolos memang begitu,” terang dia.

Hasil utak-atik laki-laki yang juga mantan Manajer Persiba musim 2009-2013 ini, di Grup Timur Liga 2, Persiba setidaknya harus mewaspadai PSS Sleman dan Kalteng Putra yang jor-joran dalam mendatangkan pemain guna memenuhi hasrat ke Liga 1.

Selain dua klub itu, Jamal menilai Martapura FC, Persibat Batang, PS Mojokerto Putra, Blitar United serta Persegres Gresik United yang jadi lawan di partai pembuka, Sabtu (21/4) punya potensi merepotkan.

“Meski begitu, Persiba tak boleh mengesampingkan duo tim Papua PSBS Biak serta Persiwa Wamena. Ada juga Madura FC, PSIM Jogyakarta dan Persigo Semeru FC yang tak boleh diremehkan,” ujar dia.

Ditambahkan Jamal, jika ingin peluang mentas ke Liga 1 terbuka lebar, pada putaran pertama Persiba minimal harus nangkring di empat besar. Masuk empat besar, Persiba bakal lolos ke delapan besar bersama klub dari Grup Barat.

Selain faktor teknis, Jamal menilai pasukan Beruang Madu mesti siap dengan tensi pertandingan di Liga 2 yang amat keras. “Saking brutalnya, suporter bahkan ada yang menyebut Liga 2 sebagai liga kung fu,” kata Jamal.

Tak hanya permainan keras berujung kasar, Persiba juga mesti siap dengan kemungkinan-kemungkinan non-teknis, khususnya laga yang tak disiarkan live televisi.

Disinggung masalah kualitas pemain yang kini menghuni skuat Persiba, Jamal hanya menjawab singkat. “Bismillah,” katanya.

Menurut laki-laki yang terkenal dekat dengan pemain ini, satu penyakit Persiba yang wajib segera ditemukan obatnya oleh Wanderley Junior adalah hilang konsentrasi pada 10 menit akhir laga. Pasalnya, menit-menit akhir babak kedua, disebut Jamal sangat krusial, dia menilai salah satu sebab Persiba kehilangan poin adalah kebobolan di menit akhir.

“Saya pikir kejadian seperti itu tak boleh terulang di Liga 2 nanti, penyakit ini mesti segera disembuhkan Wanderley, komunikasi antar lini juga mesti dibenahi,” pintanya.

Disinggung rumor ketertarikan beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 yang ingin dia masuk jajaran direksi, Jamal hanya tersenyum. Dia tak membantah, namun tak mengiyakan. Bagi dia, yang paling utama saat ini adalah mengembalikan Persiba ke Liga 1.

“Sekarang waktunya fokus Liga 2,” ujarnya lantas tertawa.

loading...