Laga Arema vs Persib Ricuh, Pentolan Viking Beri Tuntutan Ini ke PSSI

Pertandingan pekan keempat Liga 1 2018 antara Arema FC yang menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang diwarnai kericuhan. 

Oknum suporter menjadi pihak yang diduga melemparkan provokasi hingga kerusuhan tersebut tak dapat dihindari. Terlebih lagi, pelatih Persib, Mario Gomez menjadi salah satu korban kerusuhan tersebut.

Gomez mengalami luka di bagian kepalanya dalam kerusuhan itu. Kejadian tersebut tentu saja menjadi sorotan besar bagi bos besar Viking, pendukung setia Persib, Yana Umar.

Melihat kejadian tak menyenangkan yang mewarnai laga antara Maung Bandung dan Singo Edan tersebut, Yana memberikan tuntutan kepada PSSI terkait kerusuhan yang terjadi. 

Yana meminta agar PSSI segera mengambil tindakan atas apa yang terjadi dalam laga kedua klub biru itu. Terlebih lagi, melihat kejadian tersebut juga mendapat sorotan besar dari media.

“Harus ada tindakan dari PSSI terkait kejadian tersebut. Kerusuhan itu kelihatan di media televisi dan juga media lain,” ungkap Yana saat dihubungi INDOSPORT, Senin (16/04/18) ini.

Dari laga yang terjadi antara keduanya, Yana sendiri menilai bahwa seharusnya Persib bisa saja memenangkan laga tersebut. Pasalnya, pertandingan itu sendiri belum usai, namun keburu terjadi kerusuhan di sana.

“Sebenarnya pertandingan itu masih berjalan. Harusnya masih bisa dimanfaatkan oleh Persib, dan Persib seharusnya bisa saja menang di laga tersebut,” ungkap Yana lagi.

Awal mula kerusuhan memang berasal dari tribun timur. Dipicu aksi mengulur waktu kiper Persib Bandung di akhir laga, ratusan oknum Aremania berupaya mengejar wasit dan para pemain dengan melompati papan iklan elektronik untuk masuk ke lapangan.

“Kerusuhan ini awalnya terjadi salah paham antara security internal (match Steward) dengan suporter. Teman-teman Aremania terpancing emosi karena ada upaya melindungi wasit yang memang menjadi tugas kami,” kata Yedi Setiawan Ujung, Kapolres Malang.

“Mereka lalu mencoba masuk karena kecewa dengan wasit. Karena sebelumnya ada kartu merah juga (sehingga patut diduga menjadi penyebab kekecewaan suporter),” lanjutnya.