PSSI Tak Mau Asal Hukum Wasit

Kompetisi Go-Jek Liga 1 baru bergulir tiga pekan. Namun, dimungkiri atau tidak, sudah berjejer sederet kejadian yang masih saja membuat para penikmat sepak bola Tanah Air bikin geleng-geleng kepala.

Salah satu contoh nyata yang terjadi adalah aksi sang pengadil di lapangan. Teraktual, wasit Untung yang memimpin laga Bali United kontra Perseru Serui mendapat sorotan tajam kala memimpin di Stadion I Wayan Dipta, 24 Maret silam.

Kejadian terekam saat laga memasuki tambahan waktu di babak kedua. Saat itu, penyerang Bali United, Yandi Sofyan, melakukan tendangan ke arah gawang tetapi mengenai tangan kiri Kelvin Wopi di kotak penalti Perseru.

Meski terlihat jelas, wasit asal Jakarta itu tetap bergeming tanpa menunjuk titik putih. Tak lama, ia pun meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Alhasil, Bali United harus puas bermain imbang 1-1 pada laga tersebut.

Kemarahan pihak Bali United tak dapat dihindari. Seusai laga, para pemain dan ofisial menghampiri wasit guna meminta penjelasan terkait putusan tersebut. Bahkan, CEO Bali United, Yabes Tanuri, juga turut turun untuk menenangkan para pemain yang melakukan protes.

Tak sedikit pihak yang menuding bahwa kualitas wasit dipertanyakan. Namun, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Plt Ketua Umum Joko Driyono menuturkan bahwa kejadian ini mestinya tak terlalu dibesar-besarkan.

“Saya coba sharing, bahwa semua orang seakan menunggu kapan wasit dihukum oleh PSSI? Kalau moral kita begitu, almarhum-lah sepak bola ini. Jadi pastikan keputusan wasit tidak diganggu gugat,” ucap Joko kepada pewarta di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Joko melanjutkan, persoalan wasit adalah pekerjaan federasi untuk membina wasit. Joko juga meminta bahwa wasit tidak boleh dihukum oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI atas tindakan atau keputusan yang telah dikeluarkan. Sebab, kata Joko lagi, setiap kejadian yang terjadi tak semestinya dikaitkan kepada Komdis PSSI.

“Komdis boleh melakukan tindakan pelanggaran disiplin, bukan karena keputusan karena masalah kompetensinya atau teknisnya.”

“Jadi tolong, ya, ini mendorong dan memotivasi kita, seolah-olah jika wasit salah, kapan PSSI akan menghukum wasit? Jika itu masif, almarhum sepak bola kita,” tutup Joko.

loading...