Respons Bobotoh soal Karakter Persib hingga Perjudian Mario Gomez

Bobotoh -sebutan suporter Persib Bandung- masih dibalut kebahagiaan setelah Maung Bandung -julukan Persib- menang 2-0 atas Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 8 April 2018 malam WIB. Itu karena kemenangan tersebut merupakan kemenangan perdana Persib di Liga 1 2018.

Dalam dua laga awal, Persib tak mampu menuai kemenangan. Di laga perdana, Persib diimbangi PS TIRA dengan skor 1-1. Saat dijamu Sriwijaya FC, Persib kalah 1-3. Selain karena menang atas Mitra Kukar, ada hal lain yang membuat Bobotoh memberikan respon positif.

Salah satunya adalah karakter bermain Persib. Saat melawan PS TIRA dan Sriwijaya FC, Persib tampil cenderung bertahan setelah sempat unggul. Kekecewaan pun dirasakan di akhir laga. Tapi saat melawan Mitra Kukar, Persib tampil menyerang selama 90 menit. Meski dalam kondisi unggul, semangat menjebol gawang lawan terus membara.

“Begini karakter Persib yang sesungguhnya, saat unggul tidak bertahan, tapi malah menekan,” kata Fadhel Muhammad, salah seorang Bobotoh, Selasa (10/4/2018).

Selain karakter bermain, perjudian pelatih Mario Gomez juga menuai pujian. Sebab, ia berani menampilkan pemain antah-berantah yang tidak dikenal Bobotoh.

Pemain itu adalah Ardi Idrus, M Sabillah, hingga Indra Mustafa yang merupakan pemain promosi dari Diklat Persib. Hasilnya pun positif. Penampilan mereka dinilai mumpuni dibanding para pemain sepuh yang selama ini jadi langganan tim inti.

“Permainan bagus, pergantian bagus, coach Gomez luar biasa. (Harapannya) tetap beri kesempatan kepada pemain muda,” ucap Calvin Valerry, Bobotoh lainnya.

Yazid Busthomi juga memandang positif rotasi yang dilakukan Gomez. Hal itu dinilai berdampak signifikan terhadap permainan dan semangat bermain tim.

“Terbukti jika beberapa pemain muda yang ditampilkan semangat. Gairah dan daya juangnya sangat tinggi,” kata Yazid.

Meski begitu, pencapaian Persib saat ini diharapkan tidak membuat Maung Bandung terlena. Persib diminta tetap harus fokus untuk terus berusaha meraih kemenangan demi kemenangan.

“Jangan dulu senang, karena ini baru satu (kemenangan) dari tiga kali main,” cetus Supriatna.

Alfaqir juga mengingatkan hal serupa. Secara khusus, ia menyoroti proses terciptanya gol yang tidak dilakukan melalui proses kerjasama. Ia berharap ke depan kerjasama Persib bisa lebih apik dan mampu menghasilkan banyak gol.

“Menangnya masih belum greget, semua dari bola mati golnya. Semoga ke depannya lebih baik lagi,” tandas Alfaqir.