Nunggak Gaji Pemain, Deltras Sidoarjo Disemprit FIFA

Federasi sepak bola internasional (FIFA) menjatuhkan hukuman pengurangan tiga poin kepada salah satu klub Indonesia, Deltras Sidoarjo. Hukuman ini dijatuhkan FIFA menyusul kelalaian manajemen Deltras yang belum membayar sisa gaji pemain asingnya, Mijo Dadic.

Dadic adalah bek asal Kroasia yang pernah memperkuat The Lobster-julukan Deltras, pada kompetisi musim 2011-2012. Dadic melaporkan mantan klubnya tersebut ke FIFA karena hak-haknya yang belum diselesaikan hingga saat ini.

Atas laporan tersebut, FIFA mengambil tindakan. Alexander Jacobs Deputy Secretary to the Disciplinary Committee FIFA berkirim surat ke PSSI untuk menjatuhkan hukuman berupa potongan tiga poin kepada Deltras yang saat ini berkompetisi di Liga 3 regional Jawa Timur (Jatim).

PSSI pusat kemudian melakukan korespondensi dengan Asosiasi PSSI Jatim untuk menindaklanjuti hukuman tersebut. Sekretaris Umum (Sekum) PSSI Jatim Amir Burhannudin mengatakan, pihaknya telah melanjutkan putusan FIFA dengan mengurangi poin yang dikumpulkan Deltras.

“Kami diminta menyampaikan secara tertulis tentang pengurangan tiga poin bagi Deltras. Kami juga harus menyampaikan putusan tersebut kepada seluruh klub dari kompetisi yang diikuti Deltras, dalam hal ini kompetisi Liga 3 regional Jatim,” ungkap Amir, Jumat (6/4) siang.

Deltras yang bergabung di Grup A kompetisi Liga 3 regional Jatim, telah mengumpulkan enam poin hasil dua kemenangan dalam dua laga. Dengan adanya hukuman ini, maka jumlah poin anak asuh Hanafi ini pun menjadi tiga.

“Pengurangan tiga poin tidak menghapus kewajiban Deltras kepada si pemain ini. Artinya, Deltras harus membayar kewajibannya kepada sang pemain. Mengenai besaran gaji pemain tersebut, pihak Deltras yang mengetahui,” jelas Amir.

Jika masih membandel dan tidak menyelesaikan hak-hak pemain yang masih tertunggak, maka nasib Deltras bisa mengalami nasib yang dialami Persipro Probolinggo yang kini sudah tak eksis di kompetisi sepak bola nasional. Nama Persipro tenggelam sejak terbelit kasus serupa tahun 2014 lalu.

“Persipro tidak bisa ikut kompetisi hingga saat ini. Kami khawatirkan Deltras mengalami nasib serupa. Ini bukan lagi lampu kuning, tapi sudah hampir lampu merah,” tegas Amir.