PSMS Minta PSSI Bantu Polemik Logo

Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, meminta PSSI membantu pihaknya dalam menyelesaikan kisruh soal logo dan merek antara PT Kinantan Medan Indonesia dan PT Pesemes Medan.

PSMS Medan yang berada di bawah manajemen PT Kinantan Medan Indonesia mendapat ultimatum keras karena dianggap menggunakan logo dan merek ilegal. PT Pesemes Medan mengaku sebagai pemilik/pemegang hak eksklusif atas logo dan merek tersebut.

“Persoalan ini didiskusikan saja antara kami, PSSI, dan PT Persemes Medan. PSMS Lagi bagus-bagusnya kok diganggu? Kenapa tidak ketika di Liga 2? Jadi ini kan aneh,” kata Julius kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (6/4) malam.

“Ini masalah komunikasi, kami coba cari jalan keluar dan diskusi dengan PSSI. Takutnya ini ada unsur politik juga. Biar pimpinan saja yang bicara,” ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, Julius menegaskan persoalan dengan PT Pesemes Medan hanya sebatas persoalan logo dan merek. Ia pun bersedia bila pihaknya mesti mencari logo dan nama lain agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.

“Mereka [PT Pesemes Medan] seolah-olah ingin dapat ganti rugi dari Pak Edy [Rahmayadi, Ketua Umum PSSI dan mantan pembina PSMS Medan]. Pak Edy sih pasti tidak mau,” ucap Julius.

“Jadi mungkin lebih baik mungkin kami bikin nama baru untuk PSMS Medan. Kami coba rapatkan dengan pengurus nama yang cocok. Misalnya PSMS tapi S-nya dobel,” katanya melanjutkan.

Presiden Komisaris PT Pesemes Medan Syukri Wardi menerangkan bahwa kuasa hukum PT Persemes Medan Fadillah Hutri Lubis telah berbicara dengan anggota komite eksekutif PSSI, Gusti Randa. Syukri juga mengaku sudah melakukan audiensi dengan Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto.

“Kami membawa semua bukti. Kami mendapat saran bahwa negara ini adalah negara hukum, ya harus dilalui lewat hukum supaya tidak berkelahi. Jadi hal baik, kami utamakan dengan baik dan benar, jadi aman semua,” tutur Syukri.

Sementara itu Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy, mengabarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari PT Pesemes Medan terkait hak penggunaan logo dan merek tersebut bulan lalu.

“Liga menerima surat dari kuasanya PT Pesemes Medan. Kami tidak membalas surat ke PT Pesemes Medan karena kami tidak ada hubungan apapun dengan mereka, itu urusan mereka dan tidak masuk ranah liga,” ujar Tigor.

“Kami minta klarifikasi dari PT Kinantan Medan Indonesia. Kami tidak berpikir ini dualisme atau tidak. Saya pikir persoalan merek dan logo ini masih bisa diselesaikan secara internal,” tutur Tigor. (ptr)

loading...