PSSI Jatuhkan 6 Sanksi dalam 2 Pekan Liga 1

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI) mengumumkan hasil sidang Komisi Displin PSSI (3/4/2018) melalui situs resminya, Kamis (5/4/2018) sore.

Baru 2 pekan berjalan, PSSI sudah menjatuhkan 6 sanksi dalam sidang kali ini.

Berikut daftar 5 sanksi tersebut:

1. Sanksi Bagi Nick Van Der Velden (Bali United)

Gelandang asal Belanda Nick Van Der Velden, mendapat sanksi karena membuat pelanggaran berat dengan mengangkat kaki terlalu tinggi pada laga melawan PSMS Medan Sabtu, (24/3/2018).

Van der Velden mendapat sanksi berupa dilarang bermain sebanyak dua kali laga Liga 1 dan denda sebesar Rp 10 juta.

2. Sanksi Bagi I Made Andhika Wijaya (Bali United)

Pemain Bali United, I Made Andhika Wijaya, mendapat sanksi berupa teguran keras karena membusungkan dada ke pemain PSMS pada laga tanggal 24 Maret 2018.

3. Sanksi bagi Persib Bandung

Persib mendapatkan denda karena aksi yang dilakukan oleh oknum Bobotoh pada laga Persib Bandung vs PS Tira pada Senin, (26/3/2018).

Dalam laga tersebut, sebagian oknum melakukan penyalaan flare dan smoke bom serta pelemparan botol.

Persib mendapatkan denda sebesar 100 juta rupiah yang harus dibayarkan dalam 14 hari.

4. Sanksi bagi Panitia Pelaksana Pertandingan PS Barito Putera

Panitia Pelaksana Pertandingan PS Barito Putera mendapatkan sanksi beruapa teguran keras setelah salah satu suporter masuk ke shuttle ban dan memicu keributan.

Insiden ini terjadi dalam laga Barito Putera vs Persipura Jayapura pada Sabtu, (31/3/2018).

5. Sanksi bagi PSMS Medan

PSMS medan juga mendapatkan sanksi karena aksi yang dilakukan oleh oknum suporter dalam laga PSMS Medan vs Bhayangkara FC pada Sabtu, (31/3/2018).

Bebrapa oknum suporter PSMS Medan sempat terlibat aksi pelemparan botol.

PSMS mendapatkan denda sebesar 30 juta rupiah atas pelanggaran ini.

6. Sanksi bagi panitia Pelaksana Pertandingan PSMS Medan

Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS Medan juga mendapatkan sanksi berupa teguran keras atas aksi yang dilakukan suporter PSMS.

Sanksi ini didapat karena panitia pelaksana dianggap gagal memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemain.

Pasalnya, beberapa oknum suporter kedapatan melemparkan botol ke bench pemain Bhayangkara FC pada Sabtu, (31/3/2018)