Giliran Penggawa Persija, Addison Alves yang Minta Dinaturalisasi

Pro dan kontra diyakini akan selalu mengiringi naturalisasi dalam persepak bolaan Indonesia. Bagi mereka yang setuju, naturalisasi dilihat sebagai jalan keluar sementara dari suramnya prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Akan tetapi, di sisi lain, naturalisasi dipandang bakal mematikan talenta-talenta lokal.

Di tengah pro dan kontra tersebut, gelombang naturalisasi nyatanya terus berlanjut. Kini, tujuannya bahkan telah bergeser. Jika dahulu demi kepentingan timnas, saat ini malah lebih cenderung memberikan manfaat bagi klub-klub Tanah Air.

Dua contoh teranyar adalah naturalisasi Alberto Goncalves dan Esteban Vizcarra. Pemain asal Brasil dan Argentina itu telah resmi menyandang Warga Negara Indonesia (WNI) sejak bulan lalu. Sriwijaya FC pun diuntungkan karena mereka bisa mendaftarkan pemain asing lainnya seiring alih status kewarganegaraan Alberto dan Vizcarra–meski anggapan itu dibantah oleh manajemen ‘Laskar Wong Kito’.

Jika menilik dari usia kedua pemain–Alberto (37) dan Vizcarra (31)–jelas bukan usia produktif untuk bisa memperkuat skuat ‘Garuda’. Tanda-tanda kedua nama itu dipanggil oleh Luis Milla pun tak terlihat hingga saat ini. Masih terdapat nama-nama yang dianggap lebih bisa bersaing semacam Ilija Spasojevic atau Stefano Lilipaly.

Entah terinspirasi atau tidak, belakangan muncul nama lain yang ingin menjadi WNI. Adalah Addison Alves yang menyatakan minatnya menanggalkan kewarganegaraan Brasil-nya. Pada musim ini, Addison tercatat sebagai peggawa Persija Jakarta.

Melalui akun Instagram pribadinya, Senin (2/4/2018), Addison secara gamblang menyatakan minatnya menjadi WNI. Unggahannya pun mendapat respon beragam. Ada yang setuju, tetapi tak sedikit pula yang sinis.

Namun, jika Addison benar-benar menjadi WNI, maka cerita Alberto dan Vizcarra dipercaya bakal terulang. Hanya klub yang diuntungkan, sementara tenaganya kemungkinan besar tak terpakai untuk membela negara. Apalagi, dari segi usia, Addison sudah uzur untuk ukuran pesepak bola, yakni 36 tahun.

Addison pertama kali masuk ke Indonesia dengan membela PSIS Semarang pada 2013 silam. Di musim pertama bersama PSIS, ia melesakkan sembilan gol dari 15 penampilan.

Pada musim berikutnya, Addison pindah ke Persela Lamongan dengan mencetak 12 gol dari 24 pertandingan. Akan tetapi, pada musim 2015/16, Addison memutuskan untuk pindah ke klub Thailand, Osotspa dengan catatan 12 gol.

Setelah itu, Addison pindah ke klub Thailand lainnya, Siam Navy, sebelum kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama Persipura Jayapura pada musim 2017. Bersama ‘Mutiara Hitam’, Addison menorehkan 15 gol dan menjadi top skor klub.

Kini, Addison menjadi salah satu tumpuan Persija. Meski posisi aslinya sebagai striker, pemakai nomor punggung 15 itu kerap ditempatkan pelatih Persija Stefano Cuggura di sisi winger kiri untuk mendampingi Marko Simic.

loading...