happistar 526bet






SQ881
Inidewa365
Texaspoker
goldwin88
bursabet
Ft95
Bandar855

PSMS Medan Disomasi, Sponsor Apparel Tarik Diri

Jelang laga kontra Persija Jakarta, PSMS Medan dilanda permasalahan. Manajemen PSMS yang bernaung di bawah PT Kinantan Medan Indonesia beserta sponsor apparel PSMS, DJ Sport, disomasi PT Pesemes Medan yang mengaku sebagai pemilik hak cipta nama dan logo PSMS.

Pada surat tertanggal 24 Maret yang mengatasnamakan PT Pesemes itu menyatakan, mereka sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor 588896 per tanggal 19 Juli 2017 dan menjadi pemilik hak eksklusif logo dan nama PSMS. Untuk itu, PT Kinantan Medan Indonesia dilarang menggunakan nama dan merek PSMS selama berkompetisi di Liga 1 2018 tanpa izin PT tersebut.

Empat hari kemudian, giliran DJ Sport selaku sponsor Apparel yang disomasi. Dengan tuntutan yang sama, DJ Sport dilarang memproduksi jersey dan segala merchandise bernama dan logo PSMS.

“Dari informasi yang ada, PT Pesemes Medan mendapat perlindungan hukum atau terdaftar sejak 28 Februari 2014. Namun sebenarnya 7 Desember 2016 mereka sempat ditolak karena sudah ada yang punya logo dengan nama yang sama. Tapi kemudian mereka melakukan banding dan per tanggal 19 Juli 2017 mereka terdaftar untuk jenis barang dan jasa, klub sepakbola, sekolah sepakbola, baju, jersey, merek, dan lain-lain,” kata Danial Syah, pengacara manajemen PSMS di Kebun Bunga, Selasa (3/4) lalu.

Untuk itu menurutnya, pihaknya siap menghadapi somasi tersebut. “Kami akan surati HKI untuk membantah ini. Ini nama PSMS dan logo bukan milik perseorangan, melainkan merek Sumatera Utara dan Medan. Ini milik masyarakat, mereka tidak berhak mengklaim,” tegasnya.

Dampaknya. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 juga meminta klarifikasi dan penjelasan dari manajemen PSMS soal hal itu lewat surat tertanggal 27 Maret 2018. Sekretaris PSMS, Julius Raja, membenarkan hal itu.

“Iya, PT LIB hanya meminta klarifikasi dari manajemen. Sudah kami surati dengan penjelasan bahwa logo dan nama PSMS sudah ada sejak dulu dan tidak berubah, sebelum ada pematenan hak cipta tersebut. Manajemen PSMS akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penggunaan logo dan nama PSMS yang digunakan untuk kepentingan Liga,” kata Raja.

Dalam surat tersebut, manajemen juga menjelaskan kronologis sehingga terjadi hal tersebut. Itu bermula saat terjadi dualisme kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) yang berujung pada dualisme PSMS. Ketika itu, direktur utama PSMS versi IPL, Syukri Wardi, dengan ketua umum, dr Fauzi, mematenkan logo dan merek PSMS.

Sementara di sisi lain, Indra Sakti selaku ketua umum PSMS masih diakui. Terbukti saat kompetisi sudah tidak dualisme pada Divisi Utama 2014, kubu Indra Sakti Harahap yang diakui untuk berlaga di kompetisi.

“Jadi sewaktu Pak Edy Pangdam I/Bukit Barisan dan ingin mengambil alih PSMS dia jumpai lah Syukri dan Indra Sakti. Bahkan ketika itu dia jumpai Syukri di penjara. Dengan suka rela dia menyerahkan PT Pesemes ini untuk kemajuan PSMS. Sudah ada kwitansinya yang juga ditandatanganinya. Tapi sekarang lagi kami cari,” jelas Raja.

Raja menyesalkan karena hal ini menimbulkan kerugian bagi tim. Terbukti, DJ Sport menarik diri dari sponsor PSMS. “Pihak DJ Sport bilang kalian beresi dulu ini karena DJ Sport sudah disomasi. Kalau sudah selesai baru mereka bersedia kembali mensponsori. Tapi sekarang mereka dipastikan tidak memproduksi dan menjual jersey dulu, dan itu menjadi kerugian bagi PSMS karena tidak mendapat sharing profit dari sana. Namun untuk laga lawan Persija kami tetap memakai baju mereka,” pungkasnya.(gk-71)





AFAPOKER RGOBET wigobet 12online gaming