Indahnya Perdamaian LA Mania dan Bonekmania di Surajaya

Permusuhan selama 16 tahun antara Bonekmania, pendukung Persebaya Surabaya dan LA Mania, pendukung Persela Lamongan berakhir pada Jumat, 30 Maret 2018 kemarin. Itu terlihat saat mereka duduk satu tribun kala Persela menghadapi Persebaya di lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak.

Tanda-tanda islah dua kelompok suporter yang punya sejarah kelam di masa lalu tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak dua tahun lalu. Tepatnya ketika Bonek memperjuangkan tim kebanggaannya, Persebaya agar lepas dari jeratan sanksi pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Agustus 2016.

Saat itu, LA Mania dan Curva Boys memberikan dukungan moril kepada Bonekmania. Bahkan dengan suka rela, mereka menyiapkan makanan bagi Bonek yang sedang melakukan perjalanan menuju Jakarta.

Kebaikan LA Mania dan Curva Boys itu juga dibalas dengan indah oleh Bonek Mania. Ketika Persela tandang melintasi Surabaya, tepatnya saat melawat ke Madura, Bonek selalu mengawal LA Mania dan Curva Boys yang ingin mendampingi timnya.

Kemesraan Bonek dan LA Mania itu pun mendapat apresiasi dari pemain. Kapten Persebaya, Rendi Irwan yang tahu betul bagaimana perseteruan kedua kelompok suporter itu di masa lalu, mengaku senang bisa melihat keduanya duduk bersama dalam satu tribun.

“Mungkin besok kalau ada di Surabaya, saya berharap LA Mania datang ke sana di putaran kedua agar lebih mempererat persaudaraan suporter,” ungkap Rendi kepada Bola.net usai pertandingan.

“Itu lebih bagus karena derby Jawa Timur yang saya rasa seperti ini, satu tribun, bisa satu nyanyian, tidak ada rasis juga,” imbuh mantan pemain Persik Kediri ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kapten Persela, Birrul Walidain. Pemain kelahiran Babat Lamongan ini ikut bahagia melihat kemesraan dua kelompok suporter itu. Ia berharap tali persaudaraan tersebut selalu terjaga.

“Alhamdulillah, saya senang banget melihatnya. Semoga itu bukan hari ini saja tapi untuk selamanya,” pungkasnya.