Gagal Penalti, Yessoh Dinilai Djanur Terlalu Percaya Diri

PSMS Medan mungkin tidak akan mengalami kekalahan saat menjamu Bhayangkara FC. Pasalnya, skuad besutan Djadjang Nurdjaman tersebut sempat mendapat hadiah penalti di babak kedua. Sayang, peluang tersebut disias-siakan oleh Wilfred Yessoh.

Djanur, sapaan akrab pelatih PSMS, jelas kecewa. Pasalnya, hadiah tendangan 12 pas itu didapat saat PSMS masih tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC.

Menurut Djanur, Yessoh terlalu percaya diri. Padahal dalam sesi latihan, algojo utama PSMS adalah Dilshod Sharofetdinov.

“Mungkin dia terlalu percaya diri, dia ambil sendiri. Padahal sudah diingatkan, penalti diambil Dishod,” kata Djanur usai pertandingan, Sabtu (31/3).

Selain kegagalan penalti Yessoh, Djanur menyoroti lini depannya. Penyelesaian akhir Frets Butuan dan kolega masih membutuhkan perbaikan. Hal itu sudah dideteksi Djanur sejak lama.

Dalam laga yang disaksikan ribuan fans PSMS, Djanur tampaknya menerapkan taktik menyerang sejak awal pertandingan. Terbukti dengan parkirnya sang kapten sekaligus ikon PSMS Medan, Legimin Raharjo.

Tipikal Legimin sama dengan Dilshod, yang cenderung bertahan. Sehingga membuat Djanur memutuskan untuk menggantikannya dengan pemain lain yang lebih punya daya gedor tinggi.

“Kalau dimainkan dua-duanya sama seperti di Bali, akan tertekan kita. Karena mereka main di belakang. Saya butuh di belakang satu, yang menyerang satu. Aziz, Suha, atau Alwi itu lebih bisa menyerang,” ungkapnya.

Kekecewaan Djanur bertambah karena tim yang diasuhnya kalah dalam dua laga awal Liga 1. Sebelumnya PSMS Medan harus kalah saat melawan Bali United dengan skor 0-1. Kekalahan kedua lebih tragis karena terjadi di kandang saat menjamu Bhayangkara FC dengan skor 1-2.

“Banyak peluang termasuk penalti. Untuk itu mohon maaf kepada suporter yang telah datang dan mendukung. Tapi kami belum bisa memberikan hasil terbaik buat kalian semua,” pungkas Djanur.