Soal SUGBK, Persija Harus Koordinasi dengan INASGOC dan PSSI

Persija Jakarta harus berkoordinasi dengan INASGOC dan PSSI terkait rencana penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk kandang Liga 1.

Meski sudah mendapat garansi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Persija harus selesaikan satu syarat, yakni koordinasi dengan INASGOC selaku panitia pelaksana Asian Games 2018 dan PSSI.

Ketua INASGOC Erick Thohir mengharapkan adanya koordinasi antar Persija, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PSSI, dan Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, Asian Games event yang sudah terkonsep sejak empat tahun lalu.

“Bukan tidak membolehkan, tapi semua itu harus dikoordinasikan. Karena ini (Asian Games 2018) bukan event dadakan, sudah empat tahun lalu kita tahu,” ujar Erick di Senayan City, Senayan, Jakarta Utara, Jumat (23/3/2018).

“Kami ingin Persija berkoordinasi dengan PSSI dan bersama kami, karenakan jadwal liga baru keluar. Ini event nasional yang sudah terkalender selama empat tahun yang lalu, bukan kalender dadakan,” sambungnya.

Erick menambahkan pengelolaan Asian Games sendiri bukan hanya milik INASGOC saja, ada beberapa stakeholder yang juga ikut mengelola ajang olahraga empat tahunan itu.

“Jadi kami hanya minta koordinasi. Saya mendukung olahraga di Indonesia. Tapi tinggal koordinasi, di Indonesia itu yang jelek koordinasi dan komunikasinya,” tandasnya.