Ponaryo Astaman Minta Pemain Tak Takut Lapor Jika Gaji Ditunggak

Mantan pemain Borneo FC yang aktif bergerak di Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman, meminta kepada pemain yang masih aktif untuk lapor jika gaji sampai ditunggak oleh klub.

Popon, sapaan karib Ponaryo, saat ini menjadi manajer umum dari APPI setelah jabatannya sebagai presiden APPI digantikan oleh Firman Utina. Popon sadar betul, bahwa pemain ragu untuk bergerak jika gaji ditunggak.

Kasus penunggakan gaji memang sering terjadi di sepakbola Indonesia, terlebih di kasta kedua. Bahkan, Persegres Gresik United yang terdegradasi dari Liga 1 2017 pun menunggak gaji pemain mereka berbulan-bulan.

“Ini sedang kami komunikasikan lagi. Kami sudah dapat info Gresik sudah dibayar dua bulan. Dua bulan sisanya ke depannya, skemanya bagaimana nanti kami akan kirimkan surat lagi ke Gresik,” urai Popon, di Jakarta.

Tiap klub memang wajib memenuhi hak pemain mereka, terlebih jika memasuki musim baru. Liga 1 2018 pun akan mulai digulirkan pada 23 Maret nanti, dengan Bhayangkara FC dan Persija Jakarta sebagai laga pembuka.

“Kalau soal pemain malu lapor sih enggak, mungkin takut. Khawatir dengan kelangsungan karier mereka. Tapi satu hal yang harus disadari, pemain itu sendiri punya value yang cukup besar di industri sepakbola,” tuturnya.

“Mereka pelaku utama dan berhak mendapat hak dan kewajibannya. Dan ini juga harus dihormati semua pihak, bukan hanya klub. Termasuk di dalamnya PT Liga [Indonesia Baru, operator kompetisi] dan PSSI di sana.”