Persaingan Lini Tengah Madura United Sangat Ketat

Posisi starter di sektor tengah Madura United FC akan menjadi perebutan pemain-pemain berkelas. Laskar Sape Kerrab memang memiliki banyak pemain sebagai gelandang, namun yang potensial untuk starter, ialah Asep Berlian, OK John, Nuriddin Davronov, Slamet Nurcahyo, dan Zah Rahan Krangar.

Pemain-pemain tersebut akan membuat pusing pelatih kepala, Milomir Seslija dalam menentukan pilihannya. Pasalnya, setiap pemain memiliki tipikal permainan yang berbeda dan pengalaman dari eks-timnya yang juga tidak sama.

Namun, tampaknya Milo memiliki cara yang berbeda saat mencoba memilih pemain sebagai starter. Ia melirik kemampuan dan gaya bermain lawan terlebih dahulu, serta strategi yang akan diterapkan saat bertanding.

Ketika melawan Hougang United, pelatih berkebangsaan Bosnia masih bisa bermain aman dengan menurunkan trio tengah yang juga dijalankan oleh pelatih sebelumnya, Gomes de Oliviera. Ketiga pemain tersebut ialah Slamet, Noura dan Asep.

Berbeda saat Zahrahan hadir, Milo langsung merombak menjadi Zah-Noura-Lucky. Keputusan yang diambil untuk menggempur lini belakang PSIS Semarang dan mencuri gol cepat.

Saat lini serang sulit membobol kembali, pelatih asal Bosnia itu mencoba memperkokoh lini tengah dengan menurunkan dua gelandang bertahan Asep Berlian dan OK John, lalu memberikan posisi gelandang serang kepada Slamet Nurcahyo.

Alhasil, strategi mengamankan keunggulan berhasil. Fachruddin W Aryanto cs bisa mempertahankan gol semata wayang yang diceploskan Raphael Maitimo di babak pertama. Namun terdapat perubahan tempo, ritme pertandingan lebih pelan.

Rupanya, mantan pelatih Arema FC dan Persiba Balikpapan mencoba mengincar gol cepat saat meladeni Persipura Jayapura. Maka Milo memilih Slamet-Asep-Maitimo di lini tengah, dan menggeser Zahrahan ke lini sayap. Menurunkan ketiga gelandang tersebut dengan harapan permainan long pass bisa berjalan maksimal dengan tempo sedang.

Sayang, upaya Milo menemui kebuntuan. Madura United tidak bisa mencetak gol di babak pertama. Jelang pertengahan babak kedua, pelatih yang terkenal disiplin memcoba menaikkan tempo dengan memasukkan Nuora dan OK Jhon. Namun, hingga peluit panjang skor kaca mata tetap menghiasi papan skor.

Tiga percobaan Milo dalam mengotak-atik lini tengah, tidak lain sebagai memainkan tempo. Ia berusaha membuat lawan mengikuti tempo yang diinginkan agar jalannya pertandingan dikuasai oleh anak asuuhnya. Penentuan tempo akan menentukan pilihan Milo di posisi gelandang sebagai starter.

“Semuanya terlibat aktif memperbaiki fisik secara bersamaan dengan taktik, karena itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk mampu mengatur tempo pertandingan. Artinya kami yang mengendalikan pertandingan, kapan bermain cepat, dan kapan waktunya bermain lambat,” tegas Milo.