Adu Kekuatan 2 Striker Asing Persib: Ezechiel N’Douassel vs Jonathan Bauman

Sebelum mendapatkan Jonathan Bauman, Persib telah memiliki Ezechiel N’Douassel yang telah memperkuat Persib di Liga 1 musim lalu. Kehadiran Bauman diharapkan mampu menambah daya gedor Maung Bandung yang tak begitu bagus meski ada N’Douassel.

Selain kedua striker asing tersebut, Persib juga memiliki dua penyerang lokal yang baru direkrut jelang bergulirnya Liga 1 musim 2018. Mereka adalah Airlangga Sucipto dan Muchlis Hadining untuk melengkapi kekuatan lini depan.

N’Douassel di satu sisi disebut-sebut belum memenuhi ekspektasi untuk menjadi ujung tombak Persib. Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez memang biasa memainkan skema 4-2-3-1 di mana stiker Chad itu ditempatkan sebagai penyerang tunggal.

Namun minimnya pasokan bola untuk N’Douassel membuat formasi tersebut tak berjalan mulus. Kehadiran Bauman membuat skema penyerang tunggal Persib mungkin akan berubah, duet Bauman dan N’Douassel kemungkinan besar akan menghiasi lini depan Persib.

Nilai transfer bukanlah jaminan seorang pesepakbola hebat atau bukan. Namun jika memandang dari nilai transfer, N’Douassel memiliki harga pasaran yang lebih mahal ketimbang Bauman meski keduanya bergabung ke Maung Bandung dengan status free transfer.

Dilansir dari situs Transfermarkt, Ezechiel tercatat memiliki nilai transfer sebesar 585 ribu poundsterling atau setara Rp11,2 miliar. Sementara Bauman memiliki nilai transfer 270 ribu poundsterling atau setara Rp4 miliar.

N’Douassel tercatat telah membukukan empat gol selama 14 kali memperkuat Persib Bandung di Liga 1 musim 2017 lalu. Namun torehan gol tersebut dirasa kurang cukup mengingat semestinya Ezechiel mampu mencetak lebih banyak gol dengan postur tubuh tingginya yang menjulang.

Penyerang Chad tersebut nampaknya perlu mendapat kesempatan lebih banyak lagi dari pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez. Striker asing memang harus mampu beradaptasi dengan kecepatan dan permainan keras khas sepakbola Indonesia.

Di sisi lain, Bauman justru tak menunjukkan ketajamannya saat memperkuat klub Yunani, AOK Kerkyra. Tampil Sembilan kali di Liga Yunani musim 2017/2018 lalu, penyerang Argentina tersebut tak mencetak satu gol pun dan jarang mendapatkan kesempatan bermain full time.

Ezechiel N’Douassel sebenarnya memenuhi kriteria untuk menjadi predator mematikan di depan gawang lawan. Tinggi badannya yang menjulang, yakni 192cm membuatnya mampu melakukan duel-duel bola atas atau mencetak gol dengan heading.

Skill mengolah kulit bundar penyerang 29 tahun tersebut memang cukup mumpuni seperti yang ditunjukkanya musim lalu. Namun sayang, secara produktivitas gol N’Douassel kalah dengan penyerang lawan lainnya musim lalu.

Bauman juga memiliki tipikal penyerang yang tak boleh dibiarkan tanpa pengawalan di depan gawang. Ia mampu menciptakan peluang dan mencetak gol dengan baik melalui sundulan. Plus usianya yang tergolong muda, yakni 26 tahun, membuat pencinta sepakbola Indonesia menantikan kiprahnya bersama Persib.