Regenerasi Pemain Tak Bikin Persipura Jayapura Tepikan Target Juara

Regenerasi besar-besaran dilakukan Persipura Jayapura jelang kompetisi Liga 1 2018. Tim yang punya tradisi bertengger di papan atas klasemen tersebut mempromosikan banyak pemain baru untuk skuat mereka.

Memang banyak sekali pemain penting yang memilih hengkang dari tim Mutiara Hitam. Sebut saja Ferinando Pahabol, Osvaldo Haay, Nelson Alom hingga Ruben Sanadi. Hal tersebut jelas membuat mereka berbeda.

Bento Madubun selaku juru bicara Persipura menyatakan bahwa keputusan untuk mempromosikan banyak pemain baru di dalam tim merupakan kesepakatan seluruh elemen, seperti pemain senior dan pelatih Peter Butler.

“Kami optimistis, dan kami sudah berniat bahwa proses regenerasi harus berjalan, pemain-pemain senior juga meyakini itu — bahwa mereka juga memberikan masukan ke kami,” kata Bento.

“Tim ini butuh darah-darah segar yang bisa dikombinasikan dengan pemain senior dan pemain asing. Dan ini berjalan baik, sampai sejauh ini berdasarkan uji coba pramusim berjalan cukup baik.”

Sosok senior seperti Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy diharapkan bisa membantu para pemain baru di dalam tim. Manajemen juga ingin pemain debutan bisa cepat beradaptasi di level senior.

“Kami berharap pemain bisa merasa bahwa mereka sudah berada pada level yang lain. Bahwa mereka sudah tidak lagi sebagai pemain junior, secara teknik dan mental mereka sudah harus berada di level itu.”

Sejak menjuarai kompetisi nonresmi pada tahun 2016, performa Persipura memang naik-turun di kompetisi 2017 dan hasil akhirnya adalah peringkat enam Liga 1. Dengan begitu banyak perubahan di tim, target tinggi tetap mereka patok musim ini.

“Persipura adalah harapan masa depan dan harga diri orang Papua, apapun yang kami ikuti, turnamen, kompetisi atau apapun itu, targetnya harus juara. Termasuk musim ini, kami harus juara,” tegas Bento.