Persis Jadi Pengembara, Pasoepati Menggaransi Kesetiaan

– Persis Solo bakal jadi tim musafir saat menjalani kompetisi Liga 2 2018. Hal tersebut setelah kandang mereka, Stadion Manahan, direnovasi mulai Mei 2018, untuk dibuat menjadi mini Gelora Bung Karno (GBK).

Meski bakal berstatus musafir, Persis tetap bisa bernapas lega. Hal tersebut seiring komitmen kelompok suporter Pasoepati memberikan dukungan kepada M. Wahyu Fitrianto dkk. di mana pun Persis bakal bermarkas.

“Kami akan memberikan dukungan secara total untuk Persis. Mau berkandang di manapun kami akan all-out,” tegas Presiden Pasoepati, Aulia ‘Rio’ Haryo Suryo.

Di sisi lain, manajemen Persis mulai memilah stadion yang jadi lokasi alternatif kandang bagi Laskar Sambernyawa, terutama Stadion Sriwedari. Rio mendukung jika nantinya Persis bermarkas di lokasi Pekan Olahraga Nasional (PON) I/1948 tersebut.

Lebih lanjut, Rio mengungkapkan jika DPP Pasoepati juga sudah diajak manajemen berdiskusi terkait stadion aternatif. Tak hanya Stadion Sriwedari, Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, dan Stadion Trikoyo di Klaten masuk kandidat pengganti Stadion Manahan.

“Kami sebatas memberi masukan kepada manajemen Persis soal kandang dan Stadion Sriwedari masih jadi pilihan utama. Tinggal apakah stadion itu memenuhi standar dari operator kompetisi atau tidak,” ucapnya.