Persija Bermarkas di Bantul, Teco Ogah Berkomentar

Alih-alih kembali ke ibu kota, Persija Jakarta kembali terancam menjadi tim musafir. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini bahkan telah mempersiapkan sebuah stadion alternatif di Bantul, Yogyakarta.

Venue yang dimaksud adalah Stadion Sultan Agung (SSA). Markas dari Persiba Bantul ini menjadi opsi pertama Persija untuk menggelar partai kandang di luar ibu kota maupun sekitarnya.

Persija tidak lagi dapat memakai Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, untuk menjadi homebase di Liga 1 2018. Sebab, venue tersebut tengah direnovasi untuk keperluan Asian Games 2018.

Begitu pula untuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta dan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Kedua arena ini juga diprioritaskan menggelar perhelatan multivent empat tahunan tersebut.

Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco menolak untuk berbicara lebih jauh terkait kemungkinan timnya bermarkas di SSA. Sebab, arsitek berusia 43 tahun itu belum pernah mengunjungi stadion berkapasitas 35.000 penonton itu.

“Saya tidak mau terlalu komentar karena saya belum pernah main di sana. Belum tahu kondisi rumputnya,” ujar Teco.

Meski begitu, Teco tidak mengelak ketika ditanyai kabar yang menerpa timnya. Macan Kemayoran kemungkinan akan kembali terusir dari ibu kota seperti 2016 lalu. Kala itu, Persija hampir setengah musim berkandang di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.

“Tapi saya tahu manajemen ke sana sudah liat lapangan. Saya sendiri tidak pernah. Saya belum punya rencana kesana sampai benar-benar resmi,” kata mantan pelatih fisik Persebaya Surabaya ini.

Kalau jadi melakoni partai kandang di SSA, Persija harus berbagi markas dengan lima tim lainnya. Adapun, kelima klub tersebut ialah Persiba Bantul, PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, Protaba, dan PS TIRA.

Persija kedatangan pemain baru. Muka anyar itu ialah Gianluca Pagliuca Rossy, penjaga gawang Timnas Indonesia U-19.

“Dia (Rossy) sesuai kebutuhan tim,” tutup Teco.

loading...