Subangkit: Alasan Pemecatan Saya Dibuat-buat

Pelatih senior, Subangkit, angkat suara terkait pemecatan dirinya dari PSIS Semarang. Seperti diketahui, PSIS secara mengejutkan memecat Subangkit jelang bergulirnya Liga 1 2018.

Salah satu yang menjadi alasan manajemen PSIS melakukan hal itu, lantaran mereka ingin menghadirkan pelatih yang bisa menerapkan sepakbola modern. Alasan ini yang membuat Subangkit sedih.

Meski dia mengakui, pemutusan hubungan kerja adalah hal yang biasa dalam sepakbola profesional. Dan dia menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Bukannya saya membela diri tapi saya harus meluruskan berita mengenai diri saya yang diputus secara sepihak oleh manajemen dengan alasan yang dibuat-buat. Program latihan, metode latihan yang kurang modern, saya sangat sedih membacanya karena secara tak langsung statement (pernyataan) tersebut sangat tidak bagus buat karier saya sebagai seorang pelatih sepakbola dan bisa mematikan karier saya,” tulis Subangkit, dalam akun instagram resminya, Sabtu (17/3).

Lebih lanjut, mantan pelatih Sriwijaya FC itu juga menjelaskan sangat tahu betul situasi di dalam Laskar Mahesa Jenar seperti apa. Dia pun mengetahui, CEO PSIS, A.S Sukawijaya (Yoyok Sukawi), mengambil keputusan memecat dirinya dengan berbagai pertimbangan.

Pertama, terkait prestasi tim dalam masa persiapan dan menjelang bergulirnya kompetisi. “Kalau dibilang jelek, tidak juga karena di pramusim kita butuh uji coba dengan tim-tim yang selevel (Liga 1),” tambahnya.

Kedua, Subangkit juga menyadari Yoyok Sukawi adalah orang yang sangat sibuk, sehingga hampir tidak pernah datang saat latihan tim. Untuk itu, Yoyok pun mendelegasikannya kepada orang kepercayaannya.

“Dari mana beliau tahu program latihan dan metode latihan yang saya terapkan gak bagus? Tentunya ada yang memberi masukan salah dan tidak mengerti tentang latihan-latihan sepakbola,” tutur mantan pelatih Mitra Kukar dan Persiwa Wamena itu.

Yang ketiga, Subangkit menilai ada masukan dari beberapa pemain yang jiwa kompetitifnya kurang bagus sehingga mereka tidak cukup kuat menghadapi beratnya latihan. “Kita main di Liga 1 bukan di Liga 2 lagi, tentunya pressure dari lawan, suporter lawan, akan lebih berat dan mereka harus siap secara mental dan fisik untuk menghadapinya. Dan saya sebagai pelatih tahu persis apa yang harus saya lakukan dengan pemain,” jelasnya.

“Sekali lagi saya optimistis dengan tim ini. Bravo PSIS Semarang,” tutup pelatih berusia 58 tahun itu.

liga88
loading...