PSIS Prioritaskan Magelang sebagai Homebase, SSA jadi Alternatif

PSIS Semarang memastikan Stadion Sultan Agung (Bantul) sebagai alternatif kandang untuk Liga 1 Indonesia musim ini. Namun, manajemen klub menunjuk Stadion Moch. Soebroto Magelang sebagai homebase prioritas.

Ditunjuknya dua stadion tersebut adalah karena Stadion Jatidiri belum bisa digunakan untuk menggelar pertandingan. Kemungkinan besar renovasi baru akan benar-benar rampung pada Desember tahun ini.

Untuk itu, manajemen klub langsung bergerak cepat dengan menunjuk Stadion Moch. Soebroto sebagai homebase utama di Liga 1 Indonesia 2018. Guna mengantisipasi tidak lolosnya verifikasi dari badan liga, sejumlah opsi sudah diajukan.

“Homebase PSIS itu sekarang kita ajukan dua, yaitu Magelang dan juga Maguwoharjo (Sleman), tapi tampaknya dari pihak Maguwo itu menolak, nah kita bergeser ke Bantul,” ujar CEO Yoyok Sukawi di sela-sela peluncuran jersey PSIS, Sabtu 17 Maret 2018.

Baca: Alasan Utama PSIS Semarang Depak Subangkit

Yoyok mengaku sudah sebulan pihaknya melakukan perombakan di Moch. Soebroto. Hal tersebut diupayakan agar masuk kriteria Liga 1 dan lolos verifikasi.

“Khusus Magelang, dalam waktu sebulan kemarin kita sudah lakukan persiapan besar-besaran, jadi ruang ganti kita benahi, semua persyaratan kita benahi supaya masuk kriteria Liga 1. Per hari ini sudah selesai semua, tinggal diverifikasi ulang. Doakan agar kita bisa main di Magelang. Prioritas kita tetap di Magelang, kalau Bantul tidak bisa jadi kandang, bisanya untuk alternatif,” sambungnya.

Belakangan, muncul kabar yang menyatakan jika Gelora Delta Sidoarjo menjadi opsi lain sebagai alternatif kandang. Yoyok membenarkan isu tersebut sembari meminta suporter agar bersabar.

“Kalau masih belum menemui titik temu, PSIS mungkin akan menjadikan Gelora Delta Sidoarjo sebagai alternatif lain. Buat teman-teman suporter di sini saya mohon menonton di rumah saja,” kelakar Yoyok.

Mengenai Stadion Moch. Soebroto, PSIS memang sudah beberapa kali menggelar laga kandang di sana. Pada Liga 2 tahun lalu, M. Nur dan kawan-kawan juga sempat menggunakan Stadion Kebon Dalem di Kendal, Jawa Tengah.