Menimbang Untung-Rugi Persib Bandung Lepas Michael Essien

Tidak diikutsertakannya Michael Essien dalam peluncuran seragam terbaru Persib Bandung yang digelar di Graha Persib, Sabtu malam lalu, mengejutkan banyak pihak. 

Meskipun sebelumnya telah beredar kabar bahwa Essien akan digeser jika Persib benar-benar mendatangkan penyerang asing, tetap saja absennya mantan pemain Chelsea tersebut menimbulkan tanda tanya di kepala pemerhati Persib.

Regulasi Liga 1 memang hanya mengizinkan empat pemain asing untuk Persib, salah satunya harus dari benua Asia. Bojan Malisic, Ezechiel N’douassel dan Oh In-Kyun merupakan tiga nama asing selain Essien. Untuk mendaftarkan nama penyerang baru, Jonathan Bauman, salah satunya harus dikorbankan — dan tidak beruntungnya pilihan jatuh pada Essien.

Untuk mengambil keputusan untuk menyingkirkan Essien dari daftar skuat merupakan kebijakan besar yang melibatkan banyak pihak. Keputusan ini bahkan berpotensi menjadi penentu nasib Persib di Liga 1 2018 mendatang.

Pengalaman Essien yang sempat memiliki merumput di level elite Eropa bersama Chelsea, AC Milan dan Real Madrid merupakan nilai utama pemain berusia 35 tahun ini. Kehadirannya di ruang ganti dan sesi latihan dapat mengangkat pemain-pemain lain di sekitarnya.

Jika Persib melepasnya, Persib memang masih memiliki pemain-pemain berpengalaman seperti Atep, Eka Ramdani dan Supardi. Bagaimanapun, tentu saja berbagi lapangan dengan mantan pemain yang pernah mencetak gol yang disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik Liga Champions Eropa, memiliki rasa yang berbeda.

Pergantian pelatih menjadi salah satu faktor utama tidak dituliskannya nama Essien di skuat Persib. Mario Gomez cenderung membenahi lini depan dan mengorbankan pemain asing di tengah lapangan.

Keputusan ini cukup masuk akal, sebab di Liga 1 2017, Persib berada di peringkat keempat terbawah dalam produktivitas gol (39 gol dari 34 laga). 

Sepakbola adalah olahraga sederhana di mana pemenangnya adalah tim yang mencetak lebih banyak gol dalam 90 menit. Persib tidak akan memenangkan titel tanpa pencetak gol mumpuni, Gomez menyadari hal tersebut.

Bauman pun diprioritaskan ketimbang Essien.  Penyerang Argentina tersebut dianggap dapat menghasilkan dampak positif bagi Maung Bandung di Liga 1 mendatang dibandingkan kehadiran Essien.

Meskipun belum pasti bertahan di persepakbolaan Indonesia, peluang Essien hengkang ke salah satu klub pesaing di Liga 1 patut menjadi pertimbangan Persib. 

Di musim lalu, Essien memang gagal mengantarkan Persib menuju titel jawara, bahkan hanya berakhir di peringkat 13 klasemen. Tapi masalah utama Persib musim lalu itu hanya berada pada tumpulnya sektor serangan.

Persib hanya kebobolan 34 gol sepanjang musim, terbaik kedua setelah sang rival, Persija Jakarta (24). Jika Essien bergabung bersama tim yang tidak memiliki masalah dalam membobol gawang lawan, kemampuan Essien dalam mengomandoi lini tengah menjadi ancaman terhadap harapan juara Persib.