Kejadian di Ruang Ganti yang Bikin Egy Maulana Lebih Memilih Klub Polandia ketimbang Klub Perancis

Egy Maulana Vikri sebelumnya dikaitkan dengan klub asal Perancis, Saint-Etienne.

Kini pemain timnas U-19 Indonesia itu telah melabuhkan pilihannya ke Lechia Gdansk, salah satu tim kasta teratas di Polandia.

Egy mengaku banyak klub yang tertarik padanya dan mengingkannya untuk bergabung.

“Saya memiliki banyak pertanyaan dan penawaran dari klub Asia dan Eropa,” ujar Egy, dikutip dari sport.se.pl.

Salah satunya ialah klub asal Prancis Saint-Etienne, Egy sempat menjalani trial selama sepekan di klub tersebut.

“Selama tujuh hari saya berada di Saint-Etienne. Mereka ingin saya menetap di sana. Namun, ada sesuatu yang hilang. Di sana, saya tak merasakan kenyamanan seperti di rumah,” ujar Egy.

Rupanya, ada sebuah kejadian di ruang ganti yang membuatnya tak berjodoh dengan Saint-Etienne.

Saat di ruang ganti ada yang mengatakan sesuatu ke Egy dan ia tak mengerti apa-apa.

“Mereka berbicara kepada saya di ruang ganti, dan sama sekali tak saya pahami. Saya bisa cocok dengan bahasa Inggris, tapi tidak dengan Prancis.”

“Mungkin penghalang ini berarti saya tidak yakin apakah ini tempat yang baik untuk saya. Itu sebabnya saya mengatakan kepada manajer saya bahwa kami harus mempertimbangkan tawaran lainnya,” ujarnya.

Egy Maulana Vikri pun akhirnya diperkenal sebagai pemain baru Lechia Gdansk di sebuah jumpa pers di Stadion Energa Gdansk, Minggu (11/3/2018).

Ia akan menajalani kontrak selama tiga musim, dan baru akan menandatangani kontrak ketika usianya genap 18 tahun.