Ada Peran Pelatih Bertangan Dingin Ini di Balik Magis Egy Maulana Vikri

Winger lincah Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri tengah menjadi buah bibir. Hal ini tak lepas karena pemain asal Medan ini menorehkan sejarah dengan menjadi pemain pertama asal Indonesia yang bermain di Liga teratas Polandia.

Namun siapa sangka tak ada yang tahu siapa orang yang memoleh bakat Egy hingga menjadi bintang. Ternyata Egy ditempa menjadi pemain di Sekolah Olahraga Ragunan di bawah arahan pelatih Bambang Warsito.

Fakta ini setidaknya yang dijabarkan oleh Asdep Pembinaan Pengelolaab Sentra dan SKO Kemenpora Teguh Raharjo. Bagi Teguh, Egy menempa ilmu selama empat tahun lebih karena Egy masuk mulai dari kelas 2 SMP beda dengan pemain lainnya yang masuk pada 3 SMP.

Tangan dingin Bambang Warsito di SKO Ragunan, memang kerap menghasilkan pesepakbola Indonesia. Selain Egy, Ragunan yang selama ini telah melahirkan beberapa pemain lainnya. Nama terkini yang terkenal adalah Putu Gede Juni Antara, Hargianto, Febli Gushendra, Ilham Udin Armayn, sampai yang terbaru Witan Sulaeman.

“Coach Bambang Ito membimbing Egy yang paling muda usianya di antara 24 pemain Ragunan lainnya. Karena sejak kelas 2 SMP dia sudah masuk, dan dia masuk berdasarkan rekomendasi dari Pak Deputi, Raden Isnanta setelah didatangi ayah angkat Egy, Subagja,” ucap Teguh di Kantor Kemenpora.

Kemudian, Asdep Sentra Kemenpora bekerja sama dengan SSB ASIOP dan meminjamkan Egy untuk tampil di Gothia Cup 2015. Egy turut andil dalam mengantarkan ASIOP juara kompetisi U-15 Gothia Cup di Swedia. Prestasi Egy sangat menonjol karena terpilih menjadi pemain terbaik di Gothia Cup 2015.

“Pada 2016 Coach Bambang Ito memasukan Egy mengikuti fase final Piala Suratin U-17 dan masuk ke tim Persab Brebes. Dengan mayoritas pemain dari SKO Ragunan, Egy dan kawan-kawan mampu meraih gelar Juara,” ungkapnya.

Setelah moncer bersama Persab Brebes itulah, Egy Maulana Vikri mulai dilirik timnas dan masuk ke daftar pemain Timnas U-16, kemudian berturut naik ke U-17, U-19, sampai terus ke senior.

Karena itu, Teguh menegaskan bahwa bukan Indra Sjafri yang memoles Egy sampai saat ini. Tapi, coach Bambang Ito yang mampu memaksimalkan talenta Egy, dengan program dari SKO Ragunan sampai akhirnya menjadi pemain top seperti saat ini.