Tim Pelatih PSS Sleman dalam Tekanan

Tiga kekalahan beruntun dari klub Liga 1 membuat manajemen PSS Sleman mengambil sikap. Tak tanggung-tanggung, tim pelatih yang dipimpin Herry Kiswanto diberikan tantangan untuk segera memperbaiki performa Rangga Muslim Perkasa dkk.

”Kami memang memberikan peringatan kepada tim pelatih untuk segera memperbaiki performa tim. Apalagi tiga kekalahan beruntun itu terjadi di kandang sendiri,” kata Sismantoro, manajer PSS.

Pria yang akrab disapa Sis itu menjelaskan, belum impresifnya permainan tim juga membuat manajemen juga mengancam kembali melakukan pencoretan pemain. Pencoretan pemain menurutnya wajar sebab manajemen tak mau bermain seadanya dalam kompetisi yang nantinya diprediksi berjalan lebih ketat dari musim lalu.

Hal ini pun langsung diwujudkan dengan terdepaknya dua pemain. Yakni Bima Reksa (bek kiri) dan Absor Fauzi (stoper) yang sudah dicoret dari tim. Bima dikabarkan diminati tim Liga 3 asal Jabar, PSGC Ciamis. Sedangkan Absor merapat ke klub Liga 1 Persela Lamongan bergabung dengan stoper PSS musim lalu.

”Kedua pemain gagal bersaing dengan pemain lainnya. Tidak masalah karena kami baru melakukan pra kontrak saja dengan keduanya. Semoga mereka bisa lebih berkembang di klub lain. Ini sekaligus sebagai warning jika pemain memang tidak bisa menunjukkan progres akan didepak,” tukas dia.

Langkah manajemen mendapat dukungan dari direksi perusahaan yang menaungi PSS, PT Putra Sleman Sembada. Sebab, PSS Sleman memang ingin mendapatkan pemain terbaik karena target lolos ke Liga 1 adalah harga mati. Humas PT PSS, Djoko Waluyo menegaskan mempercayai langkah-langkah yang ditempuh manajemen untuk meloloskan runner up turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B musim 216 itu ke Liga 1.

”Kami dukung sepenuhnya langkah yang dianggap perlu diambil manajemen untuk kebaikan tim,” timpal Djoko.