Eks Kapten Timnas Berharap PSSI Hentikan Naturalisasi Pemain

Mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, mengkritik maraknya proses naturalisasi pemain asing di kancah sepak bola Indonesia.

Menurutnya, kebijakan naturaslisasi yang dilakukan PSSI tidak memberikan dampak signifikan bagi sepak bola Indonesia, khususnya tim nasional. Bahkan mantan pelatih Persis Solo itu menilai kualitas pemain asing yang dinaturalisasi tidak lebih baik daripada talenta lokal.

”Saya rasa tidak perlu lagi ada naturalisasi karena memang kontribusinya tidak besar. Apalagi kualitas pemainnya juga tidak lebih baik daripada pemain lokal,” kata Agung Setyabudi di Solo, Minggu (11/3/2018).

Program naturalisasi pemain asing dimulai sejak 2010 atau saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala AFF. Saat itu, striker Cristian Gonzales jadi pemain pertama yang dinaturalisasi. Setelah itu, gelombang naturalisasi semakin gencar dilakukan, yaitu Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, Sergio Van Dijk, Bio Paulin Pierre, dan Diego Michiels. Pada tahun ini muncul Albeto Goncalves dan bek Madura United, OK John yang mendapat status warga negara Indonesia (WNI).

Agung menilai PSSI semestinya memilih penguatan pembinaan sepak bola usia dini. Para pemain muda yang mendapat program yang sesuai akan berimbas positif pada sepak bola Indonesia.

Mantan bek sayap PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya itu berharap perbaikan tata kelola sepak bola usia dini lebih ditingkatkan. Menurut dia, potensi pemain muda yang bermunculan membuat Timnas Indonesia tak akan kesulitan mencari pemain andal.

”Pembinaan usia dini kan untuk jangka panjang, jadi hasilnya akan lebih terlihat nantinya bagi timnas Indonesia. Apalagi naturalisasi sekarang hanya jangka pendek, karena sebagian besar pemain sudah tua,” tegasnya.