Egy Maulana Vikri, Magnet Baru Lechia Gdansk

Klub sepak bola Lechia Gdansk mendadak menjadi akrab bagi masyarakat Indonesia. Sebelumnya, tak ada yang mengenal klub asal Polandia itu. Maklum, mereka tak sejejer dengan Legia Warszawa, klub tersukses di Polandia yang cukup sering mondar-mandir di kualifikasi Liga Champions.

Hanya sebatas kualifikasi memang, karena Legia jarang masuk ke babak utama. Terlebih Lechia, yang belum pernah juara Liga Polandia.

Maka tidak heran bila masyarakat, khususnya di Indonesia, tak kenal dengan nama Lechia Gdansk.

Namun, semua itu kini cukup berubah. Media di Indonesia, dua hari terakhir ini, lumayan rutin menyebut-nyebut si peringkat empat Ekstraklasa (sebutan lain liga tertinggi di Polandia) musim 2016/2017. Penyebabnya, tak lain karena Egy Maulana Vikri (17 tahun).

Penggawa timnas Indonesia U-19 itu disebut-sebut telah bergabung dengan Lechia. Tanda tangan kontrak sedianya bakal berlangsung Minggu (11/3/2018) malam WIB, tepatnya sebelum Lechia berjumpa dengan Legia.

Egy, bisa dibilang menjadi salah satu talenta paling berbakat yang pernah pernah dimiliki Indonesia. Tiap aksinya, akan selalu menjadi magnet: baik lawan, media, komentar penonton, hingga panitia penyelenggara turnamen.

Bukti sahihnya adalah kala diselenggarakan Tuolon Tournament pada pertengahan tahun lalu. Meski Indonesia selalu kalah, Egy justru mendapat penghargaan Jouer Revelation Trophee, trofi yang pernah diraih pemain sekelas Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Bukan hanya itu, pada perhelatan Piala AFF U-18 tahun lalu, Egy menjadi top scorer dengan mencetak delapan gol.

Hal ini membawa nama Egy masuk dalam 60 pesepak bola muda berbakat 2017 versi The Guardian. Sejajar dengan bintang belia dunia milik Real Madrid berharga 45 juta dollar Euro, Vinicius Junior (Brazil).

Di timnas Indonesia, meski umurnya masih belasan tahun, tapi ia sudah beberapa kali dipanggil ke skuat untuk Asian Games untuk uji coba. Catatannya, timnas untuk Asian Games dihuni oleh pemain berusia 23 tahun dan beberapa senior.

Dengan segala atribusi tersebut, tak heran bila namanya kerap disangkut-pautkan dengan sejumlah klub Eropa. Mulai dari Madrid, Benfica, St. Ettiene, hingga Legia Warsawa–kompetitor Lechia di Ekstraklasa. Beberapa di antaranya sudah memberikan Egy trial.

Menurut Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Raden Isnanta, alasan Egy memilih Lechia adalah karena dia dijanjikan menjadi pemain inti. “Alasan memilih Lechia karena menjanjikan (pemain inti),” kata Isnanta kepada Tempo.co.

Bukan hanya media Indonesia saja yang ramai memberitakan soal Egy. Media Polandia. Gol.pl mengangkat Egy Maulana dengan berita berjudul “Lechia Gdansk akan mengontrak bintang muda asal Indonesia.”

“Bakat dari Indonesia di dekat Lechia. Ini bisa diumumkan hari Minggu.” tulis Sportowefakty.pl.

“Selamat datang di Ekstraklasa. Siapa Egy Maulana Vikri, bintang Indonesia dengan 650 ribuan pengikut di Instagram.” tulis Transfery.info.

Untuk pernyataan terakhir itu, nampakanya Lechia cukp banyak mendapatkan untung. Sebelum Egy bergabung, akun Lechia hanya di kisaran 23.000 pengikut. Jumlah itu kini membengkak menjadi 52.700 pengikut per Minggu (11/3/2018).

Bahkan, Lechia dibuat kelimpungan dengan banyaknya akun palsu di Instagram. Pihak klub sampai membuat klarifikasi lewat fitur Instastory. Intinya, mereka berkata, akun resmi klub hanya @lechia_gdansk.

Itu baru dari sisi pemasaran. Dari sisi kekuatan tim, Gol.pl berpendapat, keberadaan Egy bakal memberi dampak positif bagi klub–meski mereka hanya melihat dari potongan video di jejaring sosial Youtube.

“Harus diakui, kita penasaran ingin tahu bagaimana pemuda ini hadir di Ekstralasa. Menonton keahliannya lewat video kompilasi, kita berharap bahwa Lechia akan melakukan transfer yang benar-benar sukses,” tulis media itu.

Transfery.info menyebut, Egy sebagai “penemuan besar”. Hiperbolis? Tergantung. Paling tidak, Egy kini mempunyai waktu untuk membuktikan semua puja-puji itu.

Sebab, meski disebut-sebut akan menandatangani kontrak pada malam nanti, tetapi Egy belum bisa bermain. Ia baru bisa merumput mulai 8 Juli mendatang, kala umurnya mencapai 18 tahun.

Hingga waktu tersebut, Egy masih memiliki waktu untuk meningkatkan kemampuan, utamanya soal fisik. Liga Polandia lebih memainkan sepak bola fisik. Dengan tinggi hanya 1,65 meter, Egy tentu akan mengalami kesulitan bila kemampuan fisiknya tak ditingkatkan.

“Lechia tidak mengambil risiko apapun dengan transfer ini, dan bisa menang di bidang pemasaran,” tulis Transfer.info.

loading...