Kapten Mitra Kukar Tak Mau Lagi Dapat Label Tim Medioker di Liga 1

Kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana, mengatakan timnya berambisi menembus papan atas pada kompetisi Liga 1 2018. Dia mengaku Naga Mekes sudah lelah berkutat di papan tengah.

Selama dua musim terakhir, Mitra Kukar memang tak mampu bersaing dengan tim yang lebih matang dalam menembus papan atas. Hendra Bayauw dkk. hanya berkutat di persaingan papan tengah klasemen kompetisi kasta tertinggi.

Bayu Pradana menyebut para pemain Naga Mekes bertekad melepas status sebagai klub medioker. “Selama ini Mitra Kukar hanya berkutat di papan tengah saja. Kami tidak ingin jadi tim medioker lagi dan harus meraih hasil yang lebih baik musim nanti,” kata Bayu Pradana kepada Bola.com, Selasa (6/3/2018).

Seperti diketahui, Mitra Kukar mengakhiri kompetisi Liga 1 2017 di posisi ke-10 dengan 43 poin. Hasil tersebut jauh dari keinginan manajemen yang berharap tim mereka berada di tujuh besar.

Menurut Bayu, tim asal Kota Tenggarong itu memiliki modal besar untuk bisa menembus posisi lima besar. Selain pemain baru yang lebih fresh, Mitra Kukar juga keadatangan pelatih asal Spanyol, Rafael Berges Marin yang dinilainya pintar meramu strategi.

“Yang pasti, kami selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Saling memberi motivasi agar seluruh pemain bisa tampil baik di lapangan. Kebersamaan itu juga menjadi modal kami menghadapi musim nanti,” ujar pemain asal Salatiga itu.

Disinggung soal adaptasi latihan dengan pelatih anyar Mitra Kukar, Bayu menilai tidak ada kendala. Selain sang pelatih lancar berbahasa Inggris, instruksi dalam sepak bola bersifat universal. “Bahasa di sepak bola mudah dipahami karena bersifat teknis. Sehingga proses latihan cukup lancar,” tuturnya.

loading...