Ikut Turnamen di Malaysia, Timnas U-10 Merasa Dicurangi Wasit Saat Lawan Klub Tuan Rumah

Tim Nasional Indonesia U-10 tengah mengikuti turnamen Kuala Lumpur (KL) Cup 2018 di Malaysia awal Maret 2018 ini. Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (Blispi) mengirim anak-anak terpilih yang bisa berangkat ke Malaysia.

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Kemenpora pun mengirim Tim U-10 Akademi Sepakbola Intinusa Olah Prima (SSB ASIOP) untuk mewakili Tanah Air di ajang tersebut.

Namun, saat memperebutkan juara ketiga, Timnas U-10 merasa dicurangi wasit. Tim asuhan Mahruzar pun tak pelak menelan kekalahan 3-2 dari wakil Malaysia, APPT B di Lapangan New Camp Bandar Utama, Petaling Jaya, Malaysia, Minggu (04/03/18).

Wasit yang memimpin pertandingan dinilai tidakk adil dan terkesan berpihak pada tim tuan rumah. Sebagai bentuk protes, Timnas U-10 tak mau menandatangani hasil pertandingan serta tidak mengambil medalinya sebagai juara keempat pada turnamen ini.

“Kami tidak mau menandatangani hasil pertandingan dan tidak mengambil medali,” ungkap Koordinator Tim Timnas Pelajar Blispi Asiop Apacinti, Budi Rusdiadi, seperti dinukil dari Bolanasional.co.

Budi juga menjelaskan ada beberapa hal janggal dalam pertandingan. Meski sudah melayangkan protes, namun tak digubris oleh wasit ataupun pengawas pertandingan. Panitia pelaksana juga terkesan lepas dari tanggung jawab.

“Dua kali pemain lawan handball di depan wasit tetapi didiamkan saja. Pemain lawan salah melakukan lemparan ke dalam juga dibiarkan sehingga terjadi gol. Makanya anak-anak sangat kecewa,” tambahnya.

Kami sudah layangkan protes resmi ke panitia penyelengggara. Tetapi panitia hanya bilang mereka bukan wasit. Keputusan ada di wasit. Padahal dua orang panitia menyaksikan pertandingan tersebut,” tutup Budi.