PS Tira Menunda Boyongan ke Bantul

Manajemen PS Tira dikabarkan menunda boyongan dari Bogor ke Kabupaten Bantul. Rencananya, skuat asuhan Rudy Eka Priyambada itu akan pindah pada akhir bulan ini.

Sekretaris Umum (Sekum) PS Tira, Yandri, membenarkan perihal tersebut. Menurutnya, ada banyak pertimbangan dan alasan mengapa timnya tak jadi boyongan dalam waktu dekat.

”Salah satunya karena belum ada kepastian soel mes. Jadi kami menunda dulu sampai semuanya benar-benar siap untuk boyongan,” kata Yandri, Selasa (27/2/2018).

Dia menjelaskan, mes merupakan hal yang krusial bagi PS Tira. Sebab, bangunan itu akan menjadi lokasi beristirahat bagi Manahati Lestusen dkk. usai latihan maupun bertanding.

Yandri mengakui sampai sejauh ini pihak manajemen sudah mempunyai gambaran terkait lokasi yang akan dijadikan mess tim selama berada di Bantul untuk satu tahun musim kedepan. Beberapa lokasi itu seperti Kusuma Homestay yang berada di Jalan Parangtritis.

Bahkan, homestay yang juga milik Bupati Bantul Suharsono itu sempat dicek fasilitasnya oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Dodik Widjanarko awal Januari lalu. Saat itu Dodik yang merupakan pembina PS TNI terkesan dengan fasilitas yang dimiliki homestay tersebut.

”Masih dihitung biaya-biayanya. Kami ke Bantul untuk berbicara dengan sejumlah pihak agar bisa ditemukan jalan keluarnya,” ungkap pria yang juga wasit PSSI tersebut.

Ia menambahkan, rencananya dalam waktu dekat ini manajemen akan datang ke Bantul untuk memfinalisasi kepindahan PS Tira. Rencananya, manajemen The Army akan menemui pejabat-pejabat Muspida di kabupaten tersebut untuk menyelesaikan sejumlah hal yang masih mengganjal sehingga menyebabkan kepindahan tim ke Bantul menjadi tertunda.

”Salah satu poin yang akan dibicarakan yakni tempat tinggal pemain, pelatih serta ofisial yang perlu dipastikan oleh manajemen,” tegasnya.