Marko Simic Cuap-cuap ke Federasi Sepakbola Krosia Soal Naturalisasi

Penyerang fenomenal Persija Jakarta, Marko Simic, saat ini menjadi pujaan publik The Jakmania. Bahkan, namanya semakin dikenal usai mampu membawa klub berjuluk Macan Kemayoran ini menjuarai Piala Presiden 2018.

Tak hanya membawa keberhasilan bagi klub, ia juga mencatatkan sebagai pemain terbaik dan top skor di turnamen tersebut. Berkat keberhasilannya itu, Simic sempat mendapat pujian dari Federasi Sepakbola Kroasia (CFF) yang mengaku bangga akan prestasi Simic.

Usai pencapaiannya di Piala Presiden, Simic sempat secara terang-terangan menyatakan kesiapannya untuk dinaturalisasi jika Indonesia membutuhkan kemampuannya dalam membela tim nasional besutan Luis Milla.

Atas hal tersebut, Simic pun kembali mendapat perhatian dari CFF. Federasai Sepabola Kroasia ini menghubungi Marko “Super” Simic untuk melakukan wawancara khusus melalui media resminya yang bernama Hrvatski Nogometni Savez (HNS) terkait berbagai hal termasuk isu naturalisasi dirinya tersebut. 

Dalam wawancara yang dilakukan oleh jurnalis Kroasia bernama Branko Stipković tersebut, pemain berusia 30 tahun ini pun secara gamblang menjelaskan mengenai rumor naturalisasi dirinya. 

“Mereka memberikan dukungan kepada saya untuk mengambil kewarganegaraan yang jelas, sehingga Saya nanti bisa membela salah satu tim nasional, baik Indonesia maupun Kroasia,” jelasnya dilansir situs HNS-CFF.

“Tapi saya tidak berpikir apa pun. Sebab ini adalah suatu kehormatan besar dan tidak menjadikan saya sebagai tantangan maupun rintangan,” tambahnya.

Simic juga sempat ditanya tentang pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla. Lalu Simic pun menjawab kalau berada di bawah asuhannya tentu akan menyenangkan. “(Luis Milla) seorang dengan pengetahuan dan kepercayaan. Tidak akan buruk berada di bawah komandonya,” ujarnya.

Dalam wawancara itu, Simic juga menyampaikan soal adaptasi dirinya yang cepat bersama Persija. Selain itu, ia juga menceritakan klub yang dibelanya sekarang mempunyai jumlah suporter yang sangat banyak di Indonesia.