Eksperimen Berpadu Semangat Juang Jadi Pola Menarik Persebaya

Keberhasilan Persebaya Surabaya meraih kemenangan 3-1 (0-1) atas Persiba Balikpapan pada laga kedua penyisihan Grup B Piala Gubernur Kaltim II menuai pujian. Sebab, klub berjulukan Bajul Ijo tertinggal 0-1 sampai menit ke-81 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, Senin malam (26/2/2018) itu.

Persiba unggul terlebih dahulu melalui eksekusi penalti Bryan Cesar di menit ke-43. Sementara tiga gol balasan Persebaya lahir dari dua pemain pengganti, Rishadi Fauzi dan Rendi Irwan, yang masuk secara bersamaan pada menit ke-68.

Rishadi berhasil mengonversi umpan silang Feri Pahabol dengan sundulan yang berbuah gol di menit ke-81. Sementara dua gol borongan Rendi tercipta dalam 10 menit terakhir melalui tendangan chip pada menit ke-84 dan injury time.

Pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera, melakukan dua perubahan penting hingga membuat Rishadi dan Rendi jadi supersub di laga ini.

“Pada awal pertandingan, sedikit susah. Tapi, kami akhirnya menang dengan baik. Persiba juga bermain bagus, tapi kami selalu bermain 90 menit sehingga bisa menang. Kami selalu mencari perubahan dalam kondisi ketinggalan satu gol,” kata Alfredo.

Sejumlah perubahan penting dilakukan Alfredo di laga ini. Selain Rishadi dan Rendi, Feri yang mencatatkan satu assist, juga turun sebagai pengganti di babak kedua.

Masuknya tiga pemain tersebut membawa perubahan positif pada daya dobrak Persebaya yang semakin meningkat. Terbukti, mereka mampu membukukan 24 tembakan sepanjang 90 menit pertandingan.

“Kami mencoba melakukan pergantian yang bermanfaat. Di turnamen ini, kami tidak punya banyak waktu untuk persiapan. Kami harus tetap bertanding dengan sedikit istirahat di turnamen ini. Selalu ada hal-hal yang biasa dilakukan di latihan, tapi tidak bisa dilakukan di pertandingan,” tutur arsitek tim asal Argentina itu.

Alfredo melakukan banyak eksprerimen di laga ini. Dia telah menurunkan 10 pemain yang berbeda dalam starting eleven dari laga sebelumnya, yakni saat melawan Madura United (24/2/2018). Hanya Misbakus Solikin saja yang kembali mendapat kepercayaan dua kali turun sebagai starter.

Hasilnya, kepanikan sempat menghampiri jajaran pelatih Persebaya sampai menit ke-68 sehingga memainkan banyak pemain di lini depan, seperti tiga pemain di atas.

Gelandang serang Robertino Pugliara beberapa kali ikut naik sampai masuk kotak penalti. Lalu, bek kanan Abu Rizal Maulana yang bermain sebagai gelandang, ikut membantu lini depan.

Kerja keras pemain sampai menit terakhir akhirnya membuah hasil positif. Gol Rendi yang tercipta di menit terakhir menjadi bukti Bajul Ijo berjuang selama 90 menit penuh.

“Semua yang terjadi di lapangan tanggung jawab saya. Kalau kalah, saya yang tanggung jawab, pemain ikut instruksi saya minta, bisa jadi bagus bisa tidak. Tapi, kami tahu kualitas semua pemain kami bagus. Siapa saja bisa cetak gol dan membuat jalannya pertandingan seperti itu,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

Hasil ini seolah membuat Persebaya punya pola yang menarik di tiga laga terakhir. Mereka selalu tertinggal terlebih dahulu sebelum akhirnya menyamakan kedudukan.

Berawal saat bertemu PSMS Medan pada fase perempat final Piala Presiden 2018 (3/2/2018). Ketika itu Persebaya dua kali tertinggal terlebih dahulu. Skor 3-3 waktu normal memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti yang PSMS membuat keluar sebagai pemenang.

Lalu, laga melawan Madura United (24/2/2018) juga demikian. Persebaya tertinggal lewat gol Raphael Maitimo (30′). 10 menit berselang, Misbakus Solikin mencetak gol penyama kedudukan yang membuat laga berlanjut hingga adu penalti untuk menentukan pemenang. Kali ini, adu penalti berhasil dimenangi dengan skor 5-4.

Di laga kontra Persiba situasinya hampir mirip, namun tidak sampai memaksa laga ditentukan ke adu penalti. Seolah, pemain Persebaya telah terbiasa dalam tekanan lantaran tertinggal gol lawan.

Mereka pun berjuang untuk mencari gol penyamak kedudukan atau bahkan kemenangan sampai menit terakhir. Hal itu berhasil dilakukan melawan Persiba, mampu menang tanpa penalti, dan meraih tiga poin.

Satu raihan positif yang tak penting bagi Persebaya adalah mengunci tiket semifinal Piala Gubernur Kaltim II. Dengan mengoleksi lima poin, mereka tak akan bisa dikejar oleh Madura United (1 poin) dan Persiba (0 poin) dengan menyisakan satu pertandingan.