Soal SUGBK, Pengelola Beri Kesempatan Terakhir untuk Persija

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Winarto, mengaku pihaknya memberikan dukungan penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) oleh Persija Jakarta di Piala AFC 2018.

Namun, pertandingan melawan Tampines Rovers pada Rabu (28/2/2018) akan menjadi laga terakhir Persija di SUGBK andai insiden pengrusakan SUGBK terulang.

Winarto mengaku pihaknya sengaja melakukan tindakan tegas terhadap Persija agar insiden pengrasakan seperti yang terjadi di final Piala Presiden 2018 tidak terulang. Seperti diketahui, ketika itu beberapa sudut di SUGBK mengalami kerusakan setelah oknum suporter memaksa masuk ke dalam stadion.

Walhasil, panitia penyelenggara Piala Presiden 2018 harus membayar Rp 150 juta untuk mengganti kerusakan yang disebabkan oleh oknum suporter Persija itu. Winarto pun berharap, agar kejadian itu tak terulang dalam pertandingan melawan Tampines Rovers.

“Sejauh ini proses pengajuan izin penggunaan Stadion Utama sudah diajukan. Pada Senin kemarin pihak mereka sudah bertemu dengan kami. Keputusannya akan diumumkan dalam waktu dekat,” kata Winarto kepada Bola.com, Jumat (23/2/2018).

Untuk mencegah kejadian pengrusakan, Persija juga harus memberikan jaminan uang senilai Rp 1,5 miliar plus personal guarantee. Uang jaminan tersebut digunakan sebagai bayaran jika nantinya terjadi kerusakan di SUGBK selama digunakan klub berjuluk Macan Kemayoran itu.

“Saya mengimbau agar Persija dan kelompok suporternya memanfaatkan izin untuk dengan baik. Ini kesempatan terakhir. Kalau pengrusakan (seperti yang terjadi di final Piala Presiden 2018) terulang, maka kami tidak akan lagi memberi izin mereka menggunakan Stadion Utama selamanya,” tegas Winarto.

SUGBK memang baru saja bersolek jelang akan menggelar upacara pembukaan, penutupan, dan venue cabang olahraga atletik di Asian Games 2018. Persija Jakarta juga menunjuk 76 ribu kursi itu sebagai markas klub selama Piala AFC 2018.