Soal ‘Rumah’ PSSI, Towel: Sekjen Seperti Baru Bisa Bahasa Inggris

Pengamat sepak bola Tommy Welly prihatin dengan keputusan PSSI berkantor di sebuah rumah, bukan di kantor seperti pengurus lalu-lalu.

PSSI kini berkantor di rumah mewah di kawasan Kemang Timur V. Tommy heran dengan alasan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha memindahkan kantor ke rumah dari kawasan perkantoran elite di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tisha beralasan, kalau rumah lebih cocok untuk organisasi seperti PSSI. Dia menggunakan istilah House. Tommy menilai, alasan Tisha di luar nalar. Karena FIFA sendiri menggunakan kantor untuk semua aktivitas, bukan rumah.

Menurut Towel, alasan Sekjen PSSI membuat dia terlihat seperti baru belajar bahasa Inggris, karena salah mengartikan kata ‘house’.

“Istilah house itu suasana. Bukan rumah dalam artian fisik. AFC House memang di perumahan? FIFA memang di rumah kantor? jangan terjemahkan house seperti kursus bahasa Inggris. Kalau baru kursus, dia baru tahu house itu rumah saja,” cetus Towel kepada INDOPOS.

Pengamat sepak bola dalam dan luar negeri ini menilai, kantor/ sekretariat merupakan representasi dari wajah organisasi. “PSSI itu organisasi olah raga besar di Indonesia, masa berkantor di rumah, kayak gak ada duit aja buat sewa kantor,”

Menurut Towel keputusan PSSI pindah ke rumah jelas tidak representatif. PSSI di mata Towel berjalan mundur setelah pembekuan. “Sebuah kemunduran ketika PSSI produk pembekuan ini mengedepankan tata kelola, di mana selama ini digembar-gemborkan.”

“Masalah pernyataan sekjen pssi ratu tisha kalau kantor PSSI itu harus didaerah landai, atau mengacu pada terjemahan house secara harfiah, saya pikir itu cuma sebuah pertunjukkan sirkus kata-kata dari Sekjen PSSI untuk menutupi fakta real dari organisasi PSSI,” papar Tommy menambahkan.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*