Manajer Persebaya Kangen Atmosfer Laga Kontra Arema

Setelah batal bersua pada turnamen Piala Presiden, Persebaya Surabaya kembali terpisah dengan Arema FC di Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2018. Hal itu membuat manajer Persebaya, Chairul Basalamah, semakin penasaran. Dia mengaku sangat kangen dengan atmsfer laga kontra Arema.

Berdasarkan hasil undian pada Senin (12/2), Arema berada di Grup A bersama Mitra Kukar, Bali United, dan Borneo FC. Seluruh laga di grup ini dilangsungkan di Stadion Segiri, Samarinda. Sementara Persebaya di Grup B bersama Madura United, Sriwijaya FC, dan tuan rumah Persiba Balikpapan. Seluruh pertandingan di Grup B dilangsungkan di Stadion Batakan.

Gagal bertemu Arema di penyisihan grup Piala Gubernur Kaltim berbuah rasa penasaran dari Chairul. “Saya sendiri juga penasaran bagaimana atmosfer pertandingan apabila Persebaya dan Arema saling bertemu,” kata keponakan legenda Persebaya (Alm) Rusdi Bahalwan itu.

Partai akbar antara kedua tim pernah tersaji pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010 silam. Setelah itu kedua tim dilanda dualisme. Animo penonton meluap ketika Arema tandang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada ajang Indonesia Premier League (IPL). Namun pemandangan jauh berbeda ketika Persebaya tandang ke Stadion Gajayana tahun 2013.

Pada awal 2018 ini, kedua tim berpeluang bertemu jika sama-sama lolos ke semifinal Piala Gubernur Kaltim. Chairul sangat berharap hal itu terwujud mengingat Persebaya sudah “rindu” dengan Singo Edan.

“Terutama persaingan antara suporter di atas tribune saat memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka. Semua pasti sudah naik level, selain tim di lapangan yang harus memberikan penampilan apik, para suporter juga akan berlomba menunjukan kreativitas terbaik mereka di atas tribune, tanpa nyanyian rasis, dan kebencian. Kalau semua itu terjadi, era baru sepak bola tanah air sudah tiba,” harapnya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*