Jajal Klub Liga 3, Arema FC Hanya Mampu Bermain Imbang

Arema FC hanya mampu bermain imbang kala menjajal salah satu klub Liga 3, Metro FC, pada laga yang dihelat dengan format 4×30 menit. Pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Rabu (14/02), Arema sempat dua kali tertinggal sebelum bisa memaksakan hasil imbang 2-2.

Pada 30 menit pertama, Arema FC menurunkan skuat, yang selama ini menjadi starting line-up mereka. Hanya saja, posisi di bawah mistar gawang ditempati Utam Rusdiyana. Selain itu, duet Arthur Cunha di lini belakang kali ini bukan Purwaka Yudhi, melainkan Bagas Adi Nugroho.

Unggul kualitas pemain, Arema terus menekan sepanjang kuarter pertama ini. Namun, buruknya final pass dan penyelesaian akhir Thiago Furtuoso dan kawan-kawan membuat mereka gagal mencetak gol.

Awal kuarter kedua, Arema tak mengubah komposisi pemain mereka. Hanya Utam Rusdiyana yang ditarik, digantikan Reky Rahayu.

Mereka pun terus melanjutkan gempuran ke gawang Metro FC. Alih-alih mencetak gol, gawang Arema kebobolan pada menit 43 melalui serangan balik. Menaklukkan Arthur Cunha dan Reky, Yogi Prayoga sukses membobol gawang Arema.

Usai kebobolan, Arema coba tampil lebih menyerang dengan memasukkan Dedik Setiawan dan M Rafli, menggantikan Rodrigo Ost Dos Santos dan Ahmet Atayev. Namun, kendati serangan mereka lebih bertenaga, Arema tetap tak bisa membobol gawang Metro.

Kuarter ketiga, Arema banyak mengubah susunan pemain mereka. Kali ini mereka memasukkan Kurniawan Kartika Ajie untuk mengisi posisi di bawah mistar gawang. Bagas Adi Nugroho berganti duet dengan Juan Revi Auriqto di sektor stopper. Di fullback diisi Junda Irawan dan Ricky Ohorella.

Lini tengah, Arema kali ini diisi kuartet M.Rafli, Dedik Setiawan, Ridwan Tawainella dan Jefri Kurniawan. Sementara, di lini depan Rivaldy Bawuo dan Ahmad Nur Hardianto dipasang sebagai ujung tombak kembar.

Upaya Arema ini membuahkan hasil. Empat menit kuarter ketiga berlangsung, Junda Irawan sukses mencetak gol dan menyamakan kedudukan bagi Arema.

Namun. hasil ini tak bertahan lama. Menit 22 kuarter ketiga, Pendik Prima sukses membawa Metro kembali unggul. Sepakannya melengkung ke tiang jauh gawang Arema. Kurniawan Kartika Ajie tak mampu berbuat apa pun melihat gawangnya kembali bobol.

Coba kembali mengejar ketertinggalan, Arema terus coba menekan pertahanan Metro FC. Namun, sampai kuarter ketiga usai, kedudukan tak berubah.

Kuarter keempat, Arema kembali melakukan perubahan minor pada skuat mereka. Kali ini, tim berlogo singa mengepal ini hanya mengganti Kurniawan Kartika Ajie dengan penjaga gawang lain, Teddy Heri.

Kendati tak banyak melakukan pergantian, pada babak kedua ini serangan-serangan Arema FC kian gencar. Walhasil, pada menit 15, Arema akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Nur Hardianto.

Usai gol ini, Arema terus coba menambah pundi-pundi gol dan membalikkan kedudukan. Namun, sampai laga usai, tak ada gol tercipta.

Sementara itu, kendati anak asuhnya gagal meraih kemenangan, Joko Susilo tak lantas risau. Pelatih Arema FC ini mengaku pertandingan ini sekadar latihan, yang tidak melihat hasil akhir.

Gethuk -sapaan karib Joko Susilo- pun menegaskan bahwa pada pertandingan ini ia tak bisa menilai secara teknis permainan anak asuhnya. Pasalnya, ia menilai kondisi fisik anak asuhnya saat ini masih sekitar 50-60 persen saja.

“Ini control game, latihan. Jadi nggak lihat hasil akhirnya,” tutur Gethuk. (den/dim)