Di Balik Disiplin Ketat ala Mario Gomez Tersimpan Perhatian

SEJAK kedatangan Robero Carlos Mario Gomez sebagai pelatih Persib, banyak perkembangan baru yang dirasakan skuad Maung Bandung. Pelatih asal Argentina ini menerapkan disiplin yang sangat ketat kepada para pemainnya.

Ketegasan dan sikap disiplin yang dilakukan oleh pelatih berusia 60 tahun tersebut patut diapresiasi, karena hal ini berdampak cukup besar. Hasilnya terlihat dari kebersamaan tim yang bisa terjalin lebih baik lagi.

Gomez sendiri memang telah mengeluarkan aturan yang cukup ketat kepada para pemainnya. Aturan itu, mulai dari harus berangkat bersama saat latihan, makan bersama, hingga ke peraturan penggunaan seragam.

Hasil dari tangan dingin Mario Gomez memang diapresiasi oleh para pemain. Mereka tahu, di luar sikap tegasnya tersimpan perhatian yang sangat lebih kepada para pemainnya. Sehingga mereka pun menghormati (respect) Mario Gomez.

Tidak hanya itu, saat pemusatan latihan di Jepara lalu, Mario Gomez tetap memberikan pengarahan. Padahal saat itu kondisi untuk latihan tidak memungkinkan akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ukir.

Namun, Gomez tidak hilang akal. Dia tetap memberikan instruksi sesuai dengan materi yang dijalani para pemain. Dia pun memanggil para pemain langsung untuk berkumpul di dalam kamar hotel tempat Persib menginap.

Puja Abdillah
Salah seorang pemain yang turut dipanggil adalah Puja Abdillah. Pemain muda jebolan Diklat Persib ini mengaku semua pemain di masing-masing posisi mendapat pengarahan dari pelatih yang pernah mendapat gelar pelatih terbaik di Liga Super Malaysia tersebut.

“Ya, coach memanggil para pemain ke kamarnya. Tidak satu-satu, tetapi sesuai posisi misalnya pemain belakang, semua di panggil ke kamarnya. Di sana coach menerangkan soal pengertian taktik dan strategi,”tutur Puja saat ditemui seusai kedatangan Persib, di mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Sabtu,10 Februari 2018.

Pemilik nomor punggung 27 ini menambahkan, selain menerangkan tentang taktik dan strategi, para pemain juga bertukar pendapat dengan pelatih. Bertukar pendapat ini baik mengenai kekuarangan atau kelebihan dari para pemain itu sendiri.

Puja pun memuji sikap pelatih Mario Gomez yang dinilainya sangat perhatian dan penuh pengertian kepada para pemainnya. Bagi Puja, ini merupakan pengalaman pertamanya bisa berdiskusi dengan pelatih asing.

“Kalau kaget sih tidak, karena membicarakan soal program latihan. Tetapi dari kedisipilinan memang benar-benar disiplin. Termasuk waktu makan saja para pemain harus memakai seragam,” katanya.

Memperbaiki insting
Sejak Persib di asuh oleh Mario Gomez, Puja sendiri mulai mendapatkan kesempatan tampil di tim inti. Dia bermain seperti ketika Piala Presiden dan terakhir saat Pangeran Biru melakukan uji coba dengan Persijap Jepara.

Saat itu Puja kembali di tempatkan pada posisi bek kiri, menggantikan Tony Sucipto yang ditarik keluar pada babak kedua. Puja mengaku menikmati posisi barunya sebagai pemain bertahan di bek kiri. Selama ini pemain kelahiran Bandung, 27 November 1996 tersebut kerap menempati gelandang kanan.

Puja sendiri mengaku siap ditempatkan di posisi manapun, seusai dengan skema yang diterapkan oleh pelatih. Baginya, tidak ada masalah baik itu ditempatkan sebagai gelandang atau pemain bertahan.

Namun, Puja mengaku masih banyak hal yang harus diperbaiki lagi. “Secara pribadi alhamdulillah tapi masih ada kekurangan. Harus diperbaiki saah satunya adalah rasa percaya diri,” tuturnya.

Meski lebih merasa nyaman di sayap kiri, Puja mengaku akan terus bekerja keras meningkatkan kualitasnya di Persib. Dia pun sedang memperbaiki insting bertahan sebagai persiapan bila ditempatkan sebagai bek kiri.***

loading...