Ustadz Yusuf Mansyur Jadi Investor, Persikota diharap Bangkit

Ustad Yusuf Mansyur akan menjadi bagian dari bangkitnya “Si Bayi Ajaib” Persikota Tangerang di kancah sepakbola nasional.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur’an Bulak Santri itu akan menjadi investor bagi Persikota lewat perusahaannya yang bergerak dalam bidang teknologi berbasis aplikasi smartphone yang dikenal dengan nama Paytren.

Ustadz yang kerap mengajak umatnya untuk bersedekah itu nampaknya serius melibatkan diri di dunia sikulit bundar.

Pasalnya beberapa waktu lalu, ia pun menjadi salahsatu tokoh kehormatan Malang United yang juga berambisi mampu berbicara banyak di kancah sepakbola dalam negeri.

Selain Yusuf Mansyur, sosok Indra Sjafri juga terlibat dalam membangkitkan Persikota menjadi klub yang kembali disegani lawan. ks Pelatih Timnas U-19 itu, ditunjuk langsung oleh Walikota Tangerang Arief R Wismansyah

“Bismillahirrahmannirrahim. Persikota Liga 1, harga mati. Kita ingin sama-sama memajukan Persikota, bukan tugas satu dua orang. Persikota milik warga tangerang, kita komitmen,” kata Indra.

Periode Suram Sepakbola Banten

Sepakbola Banten memasuki periode suram di era ISL dan Liga 1. Hingga musim 2018, Provinsi ini tidak memiliki satu pun wakil di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Padahal beberapa tahun lalu, duo tangerang yakni Persita dan Persikota menjadi klub yang disegani dan sempat meraih prestasi tertinggi.

Persita pernah merasakan prestasi terbaik saat di latih Benny Dollo di musim kompetisi 2002. La Viola berhasil lolos ke final liga sebelum akhirnya ditumbangkan Persik Kediri dengan skor 2-0.

Sosok seperti Firman Utina, Olinga Atangana, Zaenal Arif dan Ilham Jayakesuma lahir dari kejayaan Persita kala itu.

Selain Persita, Persikota Kota Tangerang juga tak kalah moncer. Si Bayi Ajaib pernah menorehkan hasil terbaik kala berhasil lolos ke babak semifinal pada musim 1999/2000 sebelum akhirnya hanya meraih posisi ketiga, karena kalah dari Pupuk Kaltim Bontang dengan skor 4-3.

Sosok I Komang Mariawan menjadi strikert lokal tangguh kala itu. Sebuah pemandangan yang berbeda jika dibandingkan liga 1 saat ini, dimana striker lokal tenggelam oleh penyerang asing ataupun pemain naturalisasi.

Sejak itu, Persikota pun perlahan mulai menurun prestasinya. Si Bayi Ajaib itu akhirnya tersingkir dari kancah sepkabola nasional. Parahnya, mereka pun bahkan sempat terganjal fatwa haram sepakbola dari MUI setempat.

Semoga dengan terlibatnya dua tokoh hebat, yakni Ustadz Yusuf Mansyur dan Indra Sjafrie, Persikota bisa cepat bangkit meski nantinya mungkin harus memulai dari Liga 3. (ajat s)