Saat Itu Hadiah untuk Persib Rp 2,5 Miliar, Langsung Cair

Juara Liga 1 musim 2017, Bhayangkara FC, hingga saat ini belum menerima hadiah. Nasib yang sama dialami juara Liga 2 tahun lalu Persebaya Surabaya. Hadiah juara belum cair.
Kalau juara musim lalu masih tertunggak hadiahnya, bagaimana dengan juara liga di masa silam?

Ternyata, situasinya berbeda-beda. Persib Bandung yang menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014, hadiahnya langsung mengucur tanpa butuh waktu lama. Sedangkan, Persipura Jayapura punya pengalaman berbeda.

Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan, uang hadiah langsung cair setelah klub berjuluk Maung Bandung tersebut memastikan gelar juara ISL 2014.

”Kami nggak sampai menunggu lama. Dua minggu setelah juara, dana langsung dicairkan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, total hadiah yang diterima saat itu mencapai Rp 2,5 miliar. Sebenarnya, total hadiah tersebut memang kalah besar jika dibanding dengan pemasukan dari sponsor. Namun, Umuh mengaku dana tersebut cukup penting untuk kelangsungan tim.

Dana tersebut langsung digunakan untuk mempersiapkan tim pada ISL musim berikutnya. ”Untuk kontrak pemain, gaji pemain dan persiapan lainnya,” beber Umuh. Sayang, kompetisi ISL 2015 dihentikan oleh exco PSSI saat itu.

Karena itu, dia mengaku heran jika Bhayangkara FC hingga saat ini belum juga menerima kucuran hadiah dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Meski terkejut, tapi Umuh enggan memberikan komentar. ”Biar itu jadi urusan Bhayangkara dan PT Liga,” bebernya.

Pengalaman berbeda dialami Persipura ketika menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Ketika itu, operatornya bukan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), melainkan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yang merupakan anak perusahaan dari PT Liga Indonesia. Dan, di awal kompetisi, PSSI masih dibekukan FIFA.

Berdasarkan pengakuan Sekretaris Umum Persipura Rocky Bebena. Menurut dia, ketika itu pencairan hadiah lamban.

”Sama saja. Dulu waktu Persipura juara hampir satu tahun baru dicairkan. Makanya, seharusnya PT liga jangan membuat kompetisi apabila tidak bisa memenuhi hak-hak tim,” ketusnya. (gus/rid/nia/ham)

loading...