PSSI Tawarkan Penyelesaian Utang Bertahap Kepada La Nyalla Mattalitti

PSSI mencoba menawarkan solusi penyelesaian utang mereka terhadap mantan ketua umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Sebelumnya diberitakan, La Nyalla menagih dana pinjaman yang pernah diberikannya untuk PSSI dan PT Liga Indonesia, guna memutar roda organisasi dan kompetisi.

Ketika itu, La Nyalla masih menjabat sebagai pengurus PSSI. PSSI pun telah mengakui adanya hal tersebut, dengan menerbitkan surat pengakuan utang senilai Rp13,9 miliar. Begitu juga PT Liga Indonesia melakukan hal yang sama dengan menerbitkan surat utang senilai 700 ribu dollar US.

“Kami tetap memiliki itikad baik dan akan menyelesaikan utang dari kepengurusan PSSI yang sebelumnya. Kami juga menawarkan solusi penyelesaian yang kami harapkan bisa dipahami dan diterima dengan baik dan sportif oleh relasi kami yang merupakan masyarakat dari komunitas sepak bola Indonesia,” kata Ratu Tisha Destria, sekretaris jenderal PSSI dalam rilis resminya.

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Bapak La Nyalla melalui surat resmi tertanggal 27 Juli 2017. Namun, sejak surat itu kami sampaikan tidak ada respons balik,” tambahnya.

Dalam surat itu, PSSI menawarkan solusi penyelesaian dengan pembayaran empat tahap, yang setiap tahapannya jumlah yang dibayarkan sebesar 25 persen dari total utang. Dalam rencana PSSI, pembayaran utang tahap pertama akan dimulai pada bulan Oktober 2018, dilanjutkan pada bulan Desember 2018, Oktober 2019, dan Desember 2019.

“Jika kondisi keuangan organisasi semakin membaik, kami akan melihat kemungkinan untuk mempercepat penyelesaian tahap tiga dan empat. Jadi, kami tidak pernah lepas tangan terhadap masalah ini,” tegas wanita lulusan FIFA Master itu.

PSSI sendiri saat ini merasa masih terus membenahi masalah keuangan mereka. Mengingat, induk organisasi sepakbola Indonesia itu baru mulai menata kembali organisasi mereka setelah disanksi FIFA pada 2015 lalu.

“Kami akan senang jika pak La Nyalla bisa memahami situasi ini dan menyelesaikan persoalan ini dengan mempertimbangkan itikad baik kami,” pungkasnya.