Kritik Pedas Pelatih Belanda untuk Liga 1 dan Piala Presiden

Pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts, melantunkan kritik pedas terkait profesionalitas PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, juru racik PSM Makassar itu mempertanyakan kejelasan jadwal Liga 1 2018.

Robert mengunggah dua video yang berisi tentang beberapa keluhan terkait kinerja PT LIB dalam menyusun jadwal Liga 1. Bahkan, pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 63 tahun silam itu turut meragukan kemampuan sepak bola Indonesia bersaing di level internasional.

“Saya mau opini dari luar sana tentang yang bisa kita kumpulkan dan bisa meningkatkan sepak bola Indonesia. Ini bukan hanya tentang klub, ini pada akhirnya soal bagaimana persepakbolaan di Indonesia bisa bersaing di level internasional,” kata Robert.

“Untuk itu, kita harus mulai dari level dasar. Level dasar itu adalah pembinaan usia muda dan dari situ, tentu pemain-pemain terbaik bisa dipilih untuk tim nasional,” lanjut Robert.

Tidak sampai di situ, Robert juga menyuarakan sorotan utama tentang jadwal Liga 1 yang belum jelas. Sebelumnya, PSSI mewacanakan liga akan bergulir pada 3 Maret 2018, namun belum ada penyampaian resmi tentang itu, apakah sesuai waktu atau mundur.

“Di antara isu-isu yang beredar adalah, sampai sekarang, tidak ada pemberitahuan resmi dari liga kapan kick-off liga. Jadi apa sebenarnya prioritas di sepak bola Indonesia sekarang,” kata Robert diakhir video pertama.

Pada video kedua yang diunggah Robert Alberts, lagi-lagi ia menanyakan jadwal liga. Tapi kali ini, dia juga mengkritisi pelaksanaan turnamen Piala Presiden.

Menurut Robert, turnamen Piala Presiden terkesan terlalu kompetitif sehingga memaksakan tim. “Saya ingin bicarakan tentang Piala Presiden. Ini adalah kompetisi pramusim sebelum kompetisi dimulai. Hadiahnya cukup besar, saya juga melihat peran pelatih di bawah tekanan,” katanya.

“Tim mau menang, dan suporter punya harapan besar. Namun, perlu kita ketahui ini hanya pra musim. Tidak ada di dunia ini, ada kompetisi pramusim sebelum liga utama, yang melibatkan tim-tim yang sama,” kata Robert.

Menurut dia, kalau mau tingkatkan sepak bola Indonesia, turnamen pramusim harus dibuat untuk membangun tim sebelum kick-off liga. “Tinggal 3 minggu lagi menunggu liga, dan kita belum tahu dan tidak ada informasi sama sekali bagaimana liga nantinya,” Robert menambahkan.

“Tahun lalu, bahkan pelatih-pelatih dipecat di pramusim. Tentu saja, ini tekanan yang tidak perlu didapati para pelatih pada saat dia membangun tim. Mereka tidak siap untuk kompetisi pramusim. Jadi saya berharap sekali, kita pertimbangkan lagi Piala Presiden untuk berubah. Karena ini bisa jadi kompetisi dalam kompetisi sebenarnya,” tandas Robert.