La Nyalla Kembali Tagih Utang Miliaran ke PSSI dan PT Liga

Kuasa hukum La Nyalla Mattalitti, Aristo Pangaribuan, memastikan PSSI dan PT Liga Indonesia belum membayar utang kepada kliennya meski sempat menyatakan akan dicicil.

Aristo mengatakan asosiasi sepak bola Indonesia itu memiliki utang kepada La Nyalla sebesar Rp13,157 miliar, sementara operator liga sepak bola Indonesia berutang US$700 ribu atau sekitar Rp9,1 miliar.

“Sebagai Ketua Umum saat itu, La Nyalla memberikan suntikan dana kepada PSSI dan paling banyak kepada Liga. Waktu itu juga untuk timnas ketika timnas tidak jadi main karena PSSI dibekukan, juga untuk gaji dan operasional PSSI karena PSSI kan tidak dapat uang dari pemerintah,” jelas Aristo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/2).

“Ini utang sudah lama, sejak Agustus 2017 saya juga sudah kiriim surat. Ini utangnya bertumpuk,” imbuhnya.
Lihat juga: Agum Gumelar: Ketum PSSI Idealnya Harus di Jakarta

Menurut keterangan Aristo, setelah Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum PSSI, pihak La Nyalla juga sudah berkomunikasi langsung untuk penyelesaian utang. Namun, pihaknya diminta menunggu perhitungan dari akuntan PSSI.

Namun selepas komunikasi dan pertemuan, pihak La Nyalla merasa PSSI belum menunjukkan itikad baik untuk melunasi utang yang dijanjikan akan dibayar secara dicicil.

“Akhirnya diakui [PSSI punya utang]. PSSI sudah menerbitkan surat pengakuan utang jumlahnya Rp13,9 miliar yang diakui PSSI dalam auditnya. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada tanggapan ke kami?,” ucap Aristo.

“Kami bukan mau cari sensasi. Ini murni karena utang-piutang yang katanya akan dibayar oleh PSSI dan Liga, dan utang ini sudah lama. Mereka bilang mau bayar sebatas di media, tapi kami tidak pernah di kontak,” sebut Aristo.

Pada 7 Agustus 2017 lalu, perkara utang PSSI mulai terkuak setelah pihak La Nyalla secara resmi bersurat kepada Kementerian Menteri Pemuda dan Olahraga untuk memohon bantuan penyelesaian utang PSSI dan PT Liga Indonesia.

Terpisah, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menyebut pihaknya tidak mau campur tangan soal perkara utang-piutang PSSI dan La Nyalla. Namun, jika ada kendala komunikasi, pihaknya bersedia untuk memfasilitasi.

“Ini masalahnya bisnis to bisnis. Jadi, biarkan mereka selesaikan antara PSSI dan yang punya piutang. Giliran pecah kongsi, baru minta tolong pemerintah,” ujar Gatot.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi pihak PSSI termasuk ketua umum, wakil ketua umum, dan sekretaris jenderal, namun belum mendapat jawaban.
Lihat juga: Kemenpora Bandingkan Luis Milla dengan Jose Mourinho