Persija Jakarta Harus Berikan Uang Jaminan untuk Syarat Pakai SUGBK

Persija Jakarta akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai laga kandang.

Bukan cuma untuk menghadapi Piala AFC, tapi juga sebagai stadion kandang di kompetisi Liga 1 2018.

Meski demikian ada kewajiban yang mesti dipenuhi tim berjuluk Macan Kemayoran. Paling utama adalah mengarahkan para suporter menjaga ketertiban dan fasilitas di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Direktur PPK GBK, Winarto menjelaskan pihaknya sudah lama bertemu dengan Pak Gede (Widiade, Direktur Utama Persija)

Pertemuan serius dilakukan Rabu (31/1/2018) guna membahas mekanisme penyewaan stadion bertaraf internasional tersebut.

“Untuk biaya sewanya itu sebesar Rp.450 juta dan harus meyertakan uang jaminan Rp. 1,5 miliar,” kata Winarto.

“Uang jaminan yang nantinya digunakan itu untuk biaya penggantian kerusakan (jika memang ada) dan diambil setelah pihak PPK GBK memberikan bukti laporan kerusakan terhadap pihak Persija.”

“Mekanismenya begini, pertandingan digelar pada sore hari dan selesainya malam. Keeseokan harinya kami akan sodorkan dulu laporan kerusakan-kerusakan lengkap beserta fotonya dan nantinya akan ada rincian biaya pergantian.”

“Semisal, dari 60 ribu penonton yang hadir, ternyata ada sekitar 50 kursi yang rusak dan setelah dikalkulasikan biaya perbaikan sebesar Rp. 2 juta. Dari uang jaminan itulah yang nantinya akan diambil untuk biaya perbaikan.”

Lebih lanjut, Winarto bertutur sisa uang jaminan yang diserahkan Persija akan dikembalikan lagi.

Dan terbukti jika tak ada kerusakan maka uang Rp. 1,5 miliar bakal dipulangkan.